Jakarta, FORTUNE - Dentuman musik menggema sejak pagi di aula utama Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, Sabtu (27/6). Ribuan orang berdatangan mengenakan sepatu lari, knee sleeves, hingga sabuk angkat beban. Sebagian tampak melakukan pemanasan, sementara lainnya memeriksa ulang strategi sebelum memasuki arena.
Di dalam venue, delapan lintasan pertandingan telah disiapkan. Satu per satu peserta berlari sejauh satu kilometer sebelum bergantian menghadapi delapan stasiun latihan fungsional mulai dari SkiErg, sled push, sled pull, burpee broad jump, rowing, farmers carry, sandbag lunges, hingga 100 wall balls. Format itu diulang delapan kali hingga garis finis.
Semakin lama perlombaan berlangsung, musik perlahan tenggelam oleh sorak-sorai penonton. Atlet profesional, pegawai kantoran, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga peserta lanjut usia saling menyemangati menyelesaikan tantangan yang menguji kekuatan, daya tahan, sekaligus mental.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran bagaimana HYROX, kompetisi kebugaran dalam ruangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, akhirnya resmi menggelar debutnya di Indonesia melalui AirAsia HYROX Jakarta 2026 pada 27–28 Juni.
Debut tersebut langsung mencetak sejarah. Sebanyak lebih dari 11.500 atlet dari lebih dari 50 negara dan kawasan mengikuti perlombaan selama dua hari. Jumlah tersebut menjadikan Jakarta sebagai race debut HYROX terbesar yang pernah digelar di kawasan Asia Pasifik.
"Yang menarik, sebanyak 6.680 peserta merupakan atlet yang baru pertama kali mengikuti HYROX. Selain itu, 63 persen persen peserta berasal dari Indonesia, sesuatu yang menurut kami sangat luar biasa," ujar William Petty, Regional Events Manager HYROX Asia Tenggara, kepada Fortune Indonesia, Sabtu (28/6).
Menurut William, peserta termuda dalam ajang tersebut baru berusia 16 tahun, sedangkan peserta tertua mencapai 81 tahun. "Kami bangga karena HYROX mampu menjangkau audiens yang sangat luas dan komunitas yang sangat beragam," katanya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa HYROX tidak lagi sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga, melainkan telah berkembang menjadi sebuah pengalaman kolektif yang mempertemukan komunitas kebugaran dari berbagai latar belakang.
Secara global, pertumbuhan HYROX memang berlangsung sangat agresif. Didirikan di Jerman pada 2017 dengan hanya 618 peserta, kompetisi ini kini telah berkembang ke lebih dari 30 negara dan kawasan dengan lebih dari 1,3 juta peserta pada musim 2025/2026. Setelah Kejuaraan Dunia di Stockholm, Swedia, HYROX memperkirakan musim 2026/2027 akan diikuti lebih dari dua juta peserta di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Pasifik.
William mengatakan Indonesia dipilih bukan tanpa alasan. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar dalam ekosistem HYROX Training Club.
"Seiring berkembangnya komunitas tersebut, kami menerima banyak masukan mengenai besarnya antusiasme masyarakat Indonesia. Jakarta, khususnya, dengan venue dan fasilitas yang dimiliki, menjadi tempat yang sangat tepat untuk meluncurkan ajang ini," ujarnya.
Persiapan penyelenggaraan sendiri memakan waktu sekitar satu tahun, mulai dari survei lokasi, koordinasi dengan pemerintah daerah, pengurusan perizinan, hingga pembangunan ekosistem mitra lokal.
