Jakarta, FORTUNE – Hyrox memasuki babak baru setelah konsorsium yang dipimpin L Catterton mengambil alih saham mayoritas perusahaan kebugaran asal Jerman tersebut dari Infront Sports & Media. Pergantian pemilik ini membuka ruang bagi Hyrox untuk memperluas bisnisnya, dari kompetisi kebugaran menjadi merek olahraga dan lifestyle dengan sumber pendapatan yang lebih beragam.
L Catterton, perusahaan investasi yang didukung LVMH, menyelesaikan akuisisi tersebut bersama pendiri Hyrox, Christian Toetzke dan Moritz Fürste, serta perusahaan investasi WndrCo. Infront mengonfirmasi transaksi pada 8 September 2026, tetapi tidak mengungkapkan nilai kesepakatannya. Setelah transaksi, kedua pendiri Hyrox kembali memegang mayoritas saham perusahaan.
Melansir Financial Times, kesepakatan tersebut membuat valuasi Hyrox berada di sekitar €600 juta atau hampir US$700 juta. Angka itu setara sekitar 2,6 kali lipat dari proyeksi pendapatan US$270 juta untuk 2026 yang disebut pendiri Hyrox dalam wawancara dengan CNBC.
Akuisisi tersebut datang ketika skala bisnis Hyrox telah berkembang jauh dari ajang kebugaran yang didirikan pada 2017. Pada musim 2025/2026, Hyrox menggelar lebih dari 100 event dengan lebih dari 1,4 juta peserta dan 1,5 juta penonton di berbagai negara.
Format kompetisinya relatif sederhana. Peserta menjalani delapan rangkaian yang masing-masing terdiri dari lari 1 kilometer dan satu stasiun latihan fungsional. Format yang seragam memungkinkan peserta membandingkan catatan waktunya dengan atlet lain di berbagai belahan dunia.
Pertumbuhan tersebut membuat Hyrox tidak lagi hanya menjual pengalaman berlomba. Perusahaan juga menjalankan program latihan dan jaringan affiliate gyms, sehingga aktivitas bisnisnya mencakup kompetisi, pelatihan, hingga komunitas kebugaran. Reuters mencatat Hyrox telah hadir di lebih dari 30 negara.
Bagi pemilik barunya, jaringan tersebut menjadi fondasi untuk memperluas nilai komersial merek.
Model bisnis Hyrox berbeda dengan bisnis seperti Peloton. Hyrox tidak terutama bergantung pada penjualan perangkat atau kelas olahraga, melainkan memperoleh pendapatan dari tiket peserta dan penonton serta lisensi merek kepada pusat kebugaran yang melatih calon peserta.
L Catterton melihat peluang untuk membawa merek tersebut ke kategori yang lebih luas. Pengalaman perusahaan investasi itu dalam mengembangkan merek konsumen menjadi salah satu modal untuk memperluas Hyrox di luar arena pertandingan.
