Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Piala Dunia 2026 Dorong Digitalisasi Mobilitas Wisatawan Global
ilustrasi nonton langsung Piala Dunia (pexels.com/Rushi Patel)
  • Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mendorong percepatan digitalisasi perjalanan internasional melalui identitas digital, program trusted traveller, serta teknologi berbasis AI.
  • WTTC mencatat lebih dari 5 juta wisatawan telah memperoleh izin masuk tanpa visa ke AS dan 1,6 juta terdaftar dalam program trusted traveller seperti Global Entry, NEXUS, dan SENTRI.
  • Inovasi digital lintas negara ini dinilai mempercepat pemeriksaan perbatasan, meningkatkan efisiensi perjalanan wisatawan global, serta menjadi fondasi sistem mobilitas internasional masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE Piala Dunia FIFA 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar pesta sepak bola terbesar di dunia. Turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara ini juga menjadi momentum percepatan transformasi sistem perjalanan internasional melalui pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan perbatasan yang lebih modern, serta penyederhanaan proses keimigrasian.

Laporan terbaru World Travel & Tourism Council (WTTC) menyebut penyelenggaraan Piala Dunia 2026 mendorong adopsi berbagai inovasi perjalanan, mulai dari program trusted traveller, identitas digital, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mempercepat mobilitas wisatawan lintas negara.

Melansir Soul of Hospitality, tahun 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia dengan melibatkan 48 tim peserta dan digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.

Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah konsep trusted traveller. Melalui skema tersebut, wisatawan yang telah melalui proses verifikasi sebelumnya dapat melewati pemeriksaan imigrasi dengan waktu yang lebih singkat tanpa mengurangi standar keamanan di perbatasan.

Menjelang pelaksanaan turnamen, Amerika Serikat telah memproses lebih dari 5,9 juta permohonan Electronic System for Travel Authorization (ESTA). Dari jumlah tersebut, lebih dari 5 juta wisatawan memperoleh persetujuan untuk memasuki negara itu tanpa visa.

Selain itu, lebih dari 1,6 juta wisatawan telah terdaftar dalam program trusted traveller seperti Global Entry, NEXUS, dan SENTRI yang memungkinkan proses pemeriksaan di perbatasan Amerika Utara berlangsung lebih cepat.

Digitalisasi juga diterapkan dalam berbagai layanan pendukung perjalanan. Program FIFA PASS memberikan prioritas jadwal pengajuan visa bagi pemegang tiket pertandingan, sedangkan platform COMPASS yang didukung AI membantu wisatawan memahami persyaratan masuk ke masing-masing negara tujuan.

Mempermudah wisatawan

WTTC menilai integrasi layanan digital tersebut dapat memangkas antrean di titik pemeriksaan perbatasan sekaligus mempermudah wisatawan yang berencana mengunjungi lebih dari satu negara selama berlangsungnya Piala Dunia.

Ketiga negara tuan rumah juga menerapkan kebijakan yang saling melengkapi. Meksiko masih memberikan fasilitas bebas visa hingga 180 hari bagi warga dari lebih dari 65 negara serta mengoperasikan program Viajero Confiable yang mempercepat proses kedatangan melalui kios otomatis.

Sementara itu, Kanada mengintegrasikan layanan visa dengan platform digital ArriveCAN dan program NEXUS, sehingga wisatawan dapat menyelesaikan deklarasi kepabeanan dan keimigrasian sebelum keberangkatan. Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat proses pemeriksaan saat tiba di bandara.

Dalam laporan bertajuk FIFA World Cup Border Management & Visa Facilitation: 20 Years of Evolution (2006–2026), WTTC menyebut setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu menjadi katalis inovasi di sektor perjalanan internasional.

Jerman pada 2006 memperkuat implementasi visa Schengen, Afrika Selatan memperkenalkan visa khusus untuk ajang olahraga pada 2010, Brasil menghadirkan kategori visa baru pada 2014, Rusia meluncurkan FAN ID pada 2018, sedangkan Qatar mengembangkan platform digital Hayya pada Piala Dunia 2022. Untuk edisi 2026, inovasi tersebut berkembang melalui integrasi identitas digital, program trusted traveller, serta teknologi AI dalam sistem perjalanan lintas negara.

WTTC menilai perubahan tersebut akan membawa dampak luas terhadap industri perjalanan dan pariwisata. Pelaku usaha, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, hingga pengelola destinasi wisata, diperkirakan perlu menyesuaikan layanan seiring meningkatnya ekspektasi wisatawan terhadap pengalaman perjalanan yang semakin cepat, praktis, dan berbasis digital.

Presiden dan CEO WTTC Gloria Guevara mengatakan evolusi sistem visa menuju program trusted traveller menunjukkan perubahan mendasar dalam pengelolaan perbatasan.

"Perubahan dari sistem visa konvensional menuju program pelancong terpercaya menunjukkan bahwa pengelolaan perbatasan kini bergeser dari sekadar hambatan regulasi menjadi penghubung yang memperkuat konektivitas global," jelas Guevara.

Ia menambahkan identitas digital, pemeriksaan sebelum keberangkatan, dan sistem yang saling terhubung akan menjadi fondasi perjalanan internasional pada masa mendatang.

Menurut WTTC, pengalaman yang diperoleh selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga akan menjadi acuan penting menjelang Piala Dunia 2030 yang dijadwalkan berlangsung di enam negara pada tiga benua. Hal tersebut mempertegas bahwa digitalisasi layanan perjalanan dan integrasi sistem lintas negara akan menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran mobilitas wisatawan global tanpa mengesampingkan aspek keamanan.

Editorial Team

Related Article