Jakarta, FORTUNE - Perangkat kelistrikan kini tak lagi diposisikan sekadar sebagai elemen fungsional dalam sebuah bangunan. Seiring berkembangnya tren hunian yang mengedepankan personalisasi, produsen teknologi energi mulai memadukan desain interior, seni, dan teknologi untuk menciptakan pengalaman ruang yang lebih personal sekaligus aman.
Tren tersebut menjadi salah satu fokus yang diangkat Schneider Electric dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 melalui kolaborasi dengan ilustrator dan kreator visual Room.533. Kolaborasi tersebut menjadikan sakelar premium AvatarOn sebagai medium ekspresi artistik yang dapat disesuaikan dengan karakter penghuni rumah.
Mengusung konsep The Art of Feeling at Home, Schneider Electric menghadirkan 10 desain eksklusif karya ilustrator Sifa Adni Qolby yang diaplikasikan pada lini sakelar AvatarOn. Pendekatan ini menempatkan sakelar sebagai bagian dari elemen desain interior, bukan sekadar perangkat kelistrikan.
BVP Home Solutions Schneider Electric Indonesia, Ahmad Saiful, mengatakan kebutuhan hunian modern kini tidak hanya menitikberatkan pada fungsi, tetapi juga estetika dan keamanan yang saling melengkapi. Ia menjelaskan, hunian modern perlu dirancang secara menyeluruh, mulai dari kenyamanan, estetika, hingga keamanan kelistrikannya.
"Dengan pengalaman lebih dari 190 tahun dalam inovasi kelistrikan secara global dan hampir 40 tahun dalam pengembangan bisnis sakelar dan stopkontak, kami terus memahami evolusi kebutuhan hunian tersebut, termasuk di Indonesia, yang merupakan salah satu pasar utama kami untuk kategori sakelar dan stopkontak,” ujarnya dalam temu media di booth Schneider Electric di IndoBuildTech Expo 2026, di ICE, BSD City, Tangerang, Rabu (8/7).
Menurut Ahmad, kolaborasi tersebut menyasar konsumen milenial dan Generasi Z, meski desain yang dihadirkan tetap ditujukan untuk berbagai segmen pengguna. Dari 10 ilustrasi yang ditampilkan, sebagian mengangkat tema yang dekat dengan generasi muda, sementara sebagian lainnya mengusung nuansa nostalgia sehingga dapat diterima lintas generasi.
Produk AvatarOn juga tidak hanya menyasar pasar hunian pribadi, tetapi telah digunakan pada berbagai proyek perumahan, hotel, hingga bangunan komersial. Selain tersedia di pameran, produk tersebut dipasarkan melalui toko resmi Schneider Electric di berbagai platform e-commerce.
Sementara itu, ilustrator Room.533, Sifa Adni Qolby, mengatakan rumah selalu memiliki makna yang personal karena dibentuk oleh benda-benda sederhana yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi saya, rumah selalu terasa personal karena dibentuk oleh benda-benda kecil yang dekat dengan keseharian kita. Setiap objek bisa menyimpan cerita, suasana, dan memori tertentu," kata Sifa.
Dalam kolaborasi ini, ia ingin menghadirkan rasa hangat dan familiar itu ke dalam pengalaman visual bersama Schneider Electric, termasuk melalui sakelar AvatarOn. "Jika furnitur, lampu, atau dekorasi bisa mencerminkan kepribadian seseorang, sakelar di dinding pun bisa menjadi bagian dari ekspresi yang membuat ruang terasa lebih hidup dan lebih personal,” katanya, menambahkan.
AvatarOn sendiri merupakan lini sakelar premium Schneider Electric yang meraih iF Design Award 2017. Produk tersebut memiliki cover yang dapat dipersonalisasi menggunakan warna, motif, foto, maupun desain khusus melalui proses pencetakan, serta cover interchangeable yang memungkinkan pengguna mengganti tampilan sakelar sesuai konsep interior.
Schneider Electric menyediakan empat pilihan warna premium, yakni White, Dark Grey, Wine Gold, dan Dark Wood. Materialnya juga dilengkapi pelindung anti-UV sehingga warna tidak mudah memudar.
Dari sisi teknis, AvatarOn dibekali indikator LED yang memudahkan pengguna menemukan sakelar saat ruangan gelap. Produk ini juga menggunakan SS Mechanism Switch dengan sudut tekan hanya tiga derajat sehingga menghasilkan suara yang lebih halus sekaligus membantu mengurangi risiko loncatan api listrik.
AvatarOn memiliki kapasitas arus hingga 16 ampere (AX), lebih tinggi dibandingkan sebagian besar sakelar yang beredar di Indonesia yang masih menggunakan kapasitas 10AX. Material polikarbonat yang digunakan diklaim tahan benturan, tahan panas, tidak merambatkan api dengan pengujian glow-wire hingga 850 derajat Celsius, serta antikarat.
Selain sakelar, lini AvatarOn juga mencakup stopkontak, USB charger, dimmer, TV/data socket, hingga communication outlets. Seluruh produk telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), International Electrotechnical Commission (IEC), dan berbagai standar internasional lainnya.
Selain menonjolkan aspek desain, Schneider Electric juga memperkenalkan solusi proteksi kelistrikan rumah melalui rangkaian produk Domae. Solusi tersebut meliputi Miniature Circuit Breaker (MCB) untuk melindungi instalasi dari arus berlebih dan korsleting, RCCB atau Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) untuk mengurangi risiko sengatan listrik akibat arus bocor, serta RCBO yang menggabungkan kedua fungsi tersebut. Perusahaan juga kembali mengampanyekan penggunaan produk kelistrikan asli melalui gerakan #YangAsliYangMelindungi sebagai bagian dari inisiatif Gerakan Listrik Aman.
