IHSG Masih Berpotensi Konsolidasi, Uji Level 5.850

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan fase konsolidasinya pada Kamis (4/6), setelah ditutup di level 5.889 kemarin, level terendah baru pada 2026.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, IHSG tertekan oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Hari ini, Reza memproyeksikan IHSG bergerak di antara support 5.850 dan resisten di 6.060.
"Dalam jangka pendek, fokus pasar akan tertuju pada perkembangan stabilitas rupiah, respons pemerintah terhadap tekanan pasar keuangan, serta hasil evaluasi indeks global yang berpotensi memengaruhi arus modal asing," katanya dalam riset harian.
Saham-saham yang disoroti oleh Reza dan tim hari ini adalah DSSA dan DMAS.
Kemarin, faktor utama yang membebani pasar antara lain outlook negatif Moody’s terhadap Danantara, pelemahan rupiah yang telah mencapai lebih dari 7 persen sejak awal tahun, serta sikap wait-and-see investor menjelang pengumuman klasifikasi pasar MSCI pada 18 Juni 2026 waktu Amerika Serikat (AS).
Stockbit Sekuritas menambahkan, sentimen lain berasal dari harga minyak yang kembali mendekati level US$100 per barel. Hal tersebut membuat surplus neraca perdagangan menurun, sekaligus menyebabkan kenaikan inflasi di luar ekspektasi.
Ditambah lagi, sampai saaat ini belum juga terbit aturan teknis terkait sentralisasi ekspor komoditas. Di tengah kondisi itu, China Coal Transportation and Distribution Association (CCTD) pada Rabu (3/6) melaporkan, sejumlah importir Cina telah menunda pengiriman batu bara pada Juni 2026.
"Pelemahan rupiah dan meningkatnya inflasi akan memberikan tekanan bagi Bank Indonesia untuk kembali menaikkan suku bunga, di mana konsensus Bloomberg memperkirakan BI Rate pada akhir 2026 akan ebrada di level 5,5 persen atau lebih tinggi 25 bps dari level saat ini," kata tim riset Stockbit.
Lebih lanjut, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini melaju di antara support 5.839 dan 5.733 serta resisten di 6.075 dan 6.287. Secara teknikal, IHSG dinilai sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI walaupun downtrend masih terjadi.
"Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun volume mulai menguat," kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta.
Ia menyoroti saham-saham berikut ini: AADI, SMRA, dan BUMI.













