Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Pasca-Libur Panjang, IHSG Diproyeksi Melaju Konsolidatif

Pasca-Libur Panjang, IHSG Diproyeksi Melaju Konsolidatif
Laju IHSG pada Rabu (28/1).
Intinya Sih
  • IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif pasca-libur panjang dengan rentang support 6.070–6.285, sementara saham pantauan utama meliputi RAJA, HRTA, dan MMIX.
  • Sentimen pasar dipengaruhi oleh rilis data inflasi Mei 2026 yang diperkirakan naik ke 2,94% YoY serta potensi penyusutan surplus neraca perdagangan menjadi US$1,31 miliar.
  • Investor juga mencermati dampak rebalancing MSCI, perkembangan negosiasi AS–Iran, serta data ekonomi penting seperti PMI manufaktur dan inflasi Mei dari BPS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melaju konsolidatif pada perdagangan Selasa (2/6), setelah libur panjang.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support 6.070 dan resisten 6.285 secara teknikal. Saham-saham yang masuk dalam pantauan tim BRIDS adalah RAJA, HRTA, dan MMIX.

"Sentimen pasar pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Indonesia Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 2,94 persen (YoY) serta surplus neraca perdagangan yang berpotensi menyusut menjadi US$1,31 miliar," catat Reza dalam riset hariannya.

Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.

Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup turun 0,05 persen di level 6.127 dengan aksi jual asing senilai Rp8,36 triliun di pasar reguler. Pelemahan indeks terutama dipengaruhi oleh aksi jual asing terkait rebalancing MSCI yang menekan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini bergerak di antara support 6.081 dan 6.060 serta resisten di 6.156 dan 6.262. Daftar saham pilihan tim adalah BUVA, ERAA, dan GGRM.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, secara teknikal, setelah pola downward bar terbentuk, maka pergerakan bearish consolidation berlaku. Berdasarkan indikator, RSI masih oversold atau jenuh jual, stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, dan volume spike terdeteksi.

Mulai 1 Juni 2026, perubahan komposisi indeks MSCI baik Global Standard maupun Small Cap resmi efektif berlaku. Para pelaku investor akan mencermati apakah tekanan jual dari manajer investasi pasif sebelumnya sudah mereda atau masih menyisakan tail-end effect di awal perdagangan Juni.

Selain itu, tepat pada Selasa ini, para pelaku pasar menyoroti perilisan dua data ekonomi penting, yakni S&P Global Manufacturing PMI Indonesia per Mei untuk melihat tingkat ekspansi sektor manufaktur domestik, serta data inflasi per Mei oleh BPS yang akan menjadi indikator daya beli masyarakat pasca-momentum musiman serta arah kebijakan suku bunga BI ke depan.

Dari global, adapun prospek kesepakatan AS-Iran yang akan segera tercapai telah terhambat oleh terjadinya serangan militer diantara kedua negara tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan damai masih berlangsung dengan Iran meskipun Teheran dilaporkan telah menangguhkan negosiasi dengan Washington.

Di sisi lain, perilisan US Nonfarm Payrolls per Mei pada akhir pekan ini juga dinantikan karena akan mempengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed kedepannya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More