Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
INET Beli Entitas Infrastruktur Fiber Optik, Nilai Transaksi Rp160 M
Logo PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET). (Dok. INET)

Jakarta, FORTUNE - Emiten PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengakuisisi perusahaan infrastruktur fiber optik, PT Transhybrid Communication (PT THC).

Nilai transaksinya mencapai Rp160 miliar atau 44,26 persen dari nilai ekuitas perseroan per 30 September 2025. Dalam transaksi tersebut, INET mengambil alih 60 juta unit saham atau 60 persen dari modal ditempatkan dan disetor THC.

Tujuan dari pengambilalihan tersebut adalah mendukung ekspansi perseroan. "Akuisisi THC bukan sekadar ekspansi bisnis, tapi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital nasional," kata Direktur Utama INET, Muhammad Arif dalam keterangan resminya, Kamis (26/2).

Setelah akuisisi, INET dapat mengakselerasi pembangunan aset-aset fiber to the home (FTTH) untuk dapat melayani pelanggan individu serta memperluas portofolio aset, guna mendukung ekspansi layanan ke pelanggan korporasi. Itu juga akan memungkinkan perseroan memanfaatkan jaringan fiber optik milik PT THC di lokasi-lokasi strategis.

Selain itu, perseroan mengatakan akuisisi tersebut akan meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi pendapatan perseroan secara menyeluruh. Dus, langkah tersebut dinilai dapat memperkuat daya saing INET di pasar domestik.

"Dengan pengaruh-pengaruh secara operasional tersebut, maka transaksi akuisisi THC akan berpengaruh positif pula pada kondisi keuangan perseroan di masa yang akan datang," demikian dikutip dari prospektus perseroan.

PT THC sendiri memiliki 4 lini bisnis, yakni connectivity solutions, internet dedicated & IP transit, infrastruktur fiber optik, serta data center & cloud solutions. Perusahaan itu juga mulai masuk ke pasar ritel lewat merek Dukodu.id.

Dikutip dari situs web PT THC, jaringan perusahaan tersebut didukung oleh lebih dari 100 titik kehadiran (point of presence/POP) dan lebih dari 1.000 kilometer kabel. Jumlah pelanggan ritelnya melampaui 50.000, dengan lebih dari 500 trafik internet dikelola.

Harga saham INET terkoreksi 1,52 persen ke Rp390 pada akhir perdagangan sesi I, Kamis, dilansir dari IDX Mobile.

Editorial Team