Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Laba SMGR Melonjak 471 Persen, Saham Naik 20,27 Persen
ilustrasi semen (sig.id)
  • SMGR membukukan laba bersih Rp228,25 miliar pada semester I-2026, melonjak 471,13% secara tahunan.

  • Perbaikan laba didukung kenaikan laba kotor serta turunnya beban keuangan. Pinjaman turun 24,5% menjadi Rp6,57 triliun, sementara aset tercatat Rp74,62 triliun.

  • SMGR menyiapkan penggabungan 10 anak usaha ke VUB dan SID.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) membukukan laba bersih Rp228,25 miliar pada semester I-2026, dilansir laporan keuangan interim SMGR yang disampaikan Senin (31/8). Angka tersebut melonjak 471,13 persen dibandingkan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp39,97 miliar.

Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 13,08 persen secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun dari Rp15,60 triliun pada semester I-2025. Pada perdagangan 1 September 2026, saham SMGR juga bergerak menguat hingga 20,27 persen ke level Rp1.780 pada pukul 14.24 WIB.

Laba SMGR dan kinerja keuangan

Pertumbuhan laba SMGR pada semester I-2026 ditopang kenaikan pendapatan dan perbaikan sejumlah pos beban. Laba kotor perseroan tercatat Rp3,79 triliun, meningkat dari Rp3,13 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan pihak ketiga masih didominasi penjualan semen yang mencapai Rp13,15 triliun. Berikutnya terdapat penjualan terak sebesar Rp1,69 triliun dan beton jadi sebesar Rp713,26 miliar.

SMGR juga membukukan pendapatan dari bahan bangunan non-semen Rp470,46 miliar, jasa konstruksi Rp204,7 miliar, logistik Rp201,5 miliar, serta kantong semen Rp58,63 miliar. Pendapatan lainnya berasal dari persewaan tanah Rp24,73 miliar dan pos lain-lain Rp121,2 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp13,85 triliun dari Rp12,47 triliun. Beban penjualan juga meningkat menjadi Rp1,47 triliun dari Rp1,08 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,44 triliun.

Namun, beban keuangan turun menjadi Rp335,32 miliar dari Rp425,64 miliar. Penghasilan keuangan meningkat menjadi Rp109,86 miliar dari Rp81,17 miliar. Perubahan pada pos tersebut turut mendukung kenaikan laba periode berjalan menjadi Rp207,01 miliar dari Rp37,92 miliar.

Neraca SMGR per Juni 2026

Dari sisi neraca, total aset SMGR tercatat Rp74,62 triliun per 30 Juni 2026. Nilai tersebut turun dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp76,56 triliun.

Total liabilitas perseroan juga menurun menjadi Rp26,74 triliun dari Rp28,84 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, ekuitas meningkat menjadi sekitar Rp47,88 triliun dari Rp47,72 triliun.

Penurunan juga terlihat pada total pinjaman. Pinjaman SMGR turun 24,5 persen menjadi Rp6,57 triliun dari Rp8,70 triliun pada akhir 2025. Laba per saham dasar perseroan turut meningkat menjadi Rp34 dari sebelumnya Rp6 per saham.

SMGR masuk penataan anak usaha

Di tengah kinerja semester I-2026, SMGR juga menjalankan rencana penataan struktur anak usaha. Perseroan menyiapkan penggabungan 10 anak usaha ke dalam dua entitas, yakni PT Varia Usaha Beton (VUB) dan PT Semen Indonesia Distributor (SID).

Tiga perusahaan, yaitu PT Semen Indonesia Beton, PT Solusi Bangun Beton, dan PT Readymix Concrete Indonesia, akan digabungkan ke VUB. Sementara tujuh anak usaha lainnya akan dilebur ke SID.

Tujuh perusahaan tersebut terdiri dari PT Semen Kupang Indonesia, PT Semen Indonesia International, PT Bima Sepaja Abadi, PT Bima Sepaja Abadi Logistik, PT Sepatim Batamtama, PT Sinergi Informatika Semen Indonesia, dan PT Sinergi Mitra Investama.

Rencana tersebut belum efektif karena masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan, termasuk persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia. SMGR menetapkan 30 September 2026 sebagai long-stop date untuk pemenuhan kondisi tersebut, kecuali diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis.

Saham SMGR menguat 20,27 persen

Pada perdagangan Selasa (1/9), saham SMGR dibuka di level Rp1.530. Harga kemudian naik ke Rp1.705 pada pukul 09.15 WIB dan bertahan di level tersebut pada penutupan sesi I.

Memasuki sesi II, saham SMGR kembali bergerak naik hingga Rp1.745 pada pukul 13.40 WIB. Pada pukul 14.24 WIB, saham SMGR berada di level Rp1.780 atau menguat 20,27 persen dalam perdagangan hari itu.

Dalam lima hari terakhir, saham SMGR tercatat naik 18,27 persen. Kenaikannya juga mencapai 20,27 persen dalam sebulan. Namun, secara year to date, saham SMGR masih turun 33,08 persen.

Kenaikan saham itu terjadi setelah MSCI mengeluarkan SMGR dari MSCI Global Small Cap Index dalam Index Review Agustus 2026. Perubahan tersebut berlaku efektif pada 1 September 2026.

FAQ seputar laba SMGR

Berapa laba SMGR pada semester I-2026?

Laba bersih SMGR mencapai Rp228,25 miliar.

Berapa pertumbuhan laba SMGR?

Laba SMGR melonjak 471,13 persen secara tahunan.

Berapa pendapatan SMGR pada semester I-2026?

Pendapatan SMGR mencapai Rp17,65 triliun.

Bagaimana pergerakan saham SMGR pada 1 September 2026?

Saham SMGR menguat 20,27 persen ke level Rp1.780 pada pukul 14.24 WIB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article