Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Saiko Consultancy Mau Akuisisi 41,18% Saham NAYZ, Jadi Pengendali Baru
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) atau HBS Food. (Dok. NAYZ)

Jakarta, FORTUNE - Saiko Consultancy Pte. Ltd. mengumumkan rencana akuisisi atas 41,18 persen saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), emiten makanan pendamping ASI (MPASI).

Jumlah saham yang akan diambil alih itu setara dengan maksimal 1,05 miliar saham. Saiko Consultancy akan membeli saham tersebut dari pengendali NAYZ, PT Asia Intrainvesta.

"Tujuan dilaksanakannya rencana pengambilalihan ini adalah untuk menunjang strategi pengembangan usaha serta memperluas kegiatan bisnis dari pembeli sebagai bagian dari rencana ekspansi korporasi," kata Direktur Saiko Consultancy Pte. Ltd., Mark Leong Kei Wei dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/4).

Negosiasi antara Saiko Consultancy dan PT Asia Intrainvesta atas rencana akuisisi dan proses penyelesaiannya saat ini masih berlangsung. Beberapa aspek yang masih dalam pembahasan, mencakup: penetapan nilai akhir transaksi serta jadwal penyelesaian rencana pengambilalihan.

"Setelah rencana pengambilalihan diselesaikan, Saiko Consultancy Pte. Ltd., selaku calon pengendali baru perseroan akan melaksanakan penawaran tender wajib, sesuai dengan ketentuan POJK No. 9/2018," ujar Wei.

Per 24 April 2026, Saiko Consultancy tidak memiliki saham NAYZ, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sebagai konteks, NAYZ atau HBS Food adalah produsen dari berbagai produk MPASI, seperti beras MPASI organik fortifikasi, beras tematik organik fortifikasi, beras tim organik fortifikasi, beras booster organik, hingga puding susu gula buah. Perseroan memiliki 2 anak usaha, yakni PT Mitra Kerja Nayz (MKN) dan PT Nutrisi Juara Asia (NJA), distributor dari produk-produk HBS Food. Pada 2022, perseroan mempunyai lebih dari 2.000 outler yang tersebar secara nasional.

NAYZ resmi debut di perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 2023. Dikutip dari IDX Mobile, saham NAYZ menguat 9,76 persen ke harga Rp90 per saham pada akhir perdagangan sesi I, Jumat.

Editorial Team