Cikampek, FORTUNE - PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan 2.074 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam untuk memastikan kelancaran pasokan energi selama periode mudik dan arus balik Idulfitri 2026. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang bertugas menjaga ketersediaan bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan bahan bakar selama perjalanan mudik. Menurutnya, perusahaan telah menyiapkan stok energi jauh hari sebelum periode Lebaran.
“Stok aman. Konsumen dan masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir untuk menjalankan ritual mudik hingga nanti arus balik,” katanya saat memaparkan kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri di SPBU Rest Area KM 57A Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (16/3).
Pertamina memproyeksikan kebutuhan energi akan meningkat selama masa mudik. Konsumsi bensin jenis gasoline diperkirakan naik sekitar 12 persen dibandingkan dengan rata-rata harian. Sebaliknya, konsumsi gasoil seperti solar diprediksi turun sekitar 14,5 persen karena adanya pembatasan transportasi barang oleh pemerintah selama periode mudik.
Selain itu, permintaan LPG diperkirakan meningkat sekitar 4–5 persen, sementara avtur untuk penerbangan naik sekitar 2,8 persen seiring bertambahnya penerbangan tambahan di berbagai bandara. Sementara itu, konsumsi minyak tanah diproyeksikan naik sekitar 4,2 persen, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Untuk mendukung distribusi energi, Pertamina menyiapkan berbagai infrastruktur penyaluran. Secara nasional tersedia sekitar 7.800 SPBU dan lebih dari 6.700 Pertashop.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 96 unit layanan modular BBM dan 62 kios Pertamina Siaga di 64 titik strategis.
