Jakarta, FORTUNE – PT Agrinas Palma Nusantara bersiap mengelola sekitar 4,1 juta hektare lahan perkebunan yang berada di kawasan hutan. Penugasan tersebut berasal dari pemerintah sebagai bagian dari upaya penataan perkebunan sawit sekaligus mendukung program swasembada pangan dan energi nasional.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Abdul Ghani mengatakan seluruh lahan yang dikelola perseroan merupakan areal yang berada di kawasan hutan, baik hutan produksi maupun hutan produksi yang dapat dikonversi.
"Sampai hari ini kami diamanahkan mengelola perkebunan yang berada di kawasan hutan. Luasnya 4,1 juta hektare. Itu sekitar satu setengah kali luas Provinsi Jawa Tengah," kata Abdul Ghani saat RDP dengan Komisi VI DPR-RI di Jakarta, Senin (7/6).
Ia menjelaskan, penyerahan lahan dilakukan secara bertahap sebanyak tujuh tahap. Hingga kini, pemerintah telah menyelesaikan verifikasi tahap pertama hingga tahap kelima dengan total luas sekitar 1,7 juta hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 730 ribu hektare merupakan kebun sawit produktif, sedangkan sisanya merupakan lahan non-sawit. Sementara itu, sekitar 2,5 juta hektare sisanya masih dalam proses verifikasi.
Lahan-lahan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Abdul Ghani menyebut areal terbesar berada di Riau sekitar 729 ribu hektare, disusul Papua sekitar 494 ribu hektare dan Aceh sekitar 173 ribu hektare.
