Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
71,6% Impor RI Bahan Baku, Wamenkeu Minta Bea Cukai Jaga Kelancaran Arus Barang
ilustrasi bea cukai (commons.wikimedia.org/Douane12)
  • Bea cukai perlu menekan penyelundupan dan perdagangan ilegal tanpa menunda aktivitas bisnis.

  • Lebih dari 70 persen impor disebut menjadi bahan utama untuk mendukung produksi domestik.

  • AI dapat membantu mengidentifikasi pengiriman mencurigakan, tetapi tetap menjadi pendukung, bukan pengganti manusia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (20/10)

Nurkholisoh Ibnu Aman menyampaikan pentingnya administrasi bea cukai dalam agenda 6th WCO RTC Indonesia International Conference secara daring.

Januari–Agustus 2026

Nilai impor Indonesia mencapai US$186,39 miliar, naik 19,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Impor nonmigas naik 16,83 persen menjadi US$157,09 miliar.

Agustus 2026

Nilai impor mencapai US$23,06 miliar, naik 19,09 persen dibandingkan Agustus 2025. Impor nonmigas naik 17,20 persen menjadi US$19,53 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Administrasi bea cukai perlu menyeimbangkan pencegahan penyelundupan dan perdagangan ilegal dengan kelancaran bisnis.
  • Who?
    Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman menyampaikan pandangan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam agenda 6th WCO RTC Indonesia International Conference secara daring.
  • When?
    Selasa (20/10); data impor yang disebut mencakup Januari–Agustus 2026 dan Agustus 2026.
  • Why?
    Lebih dari 70 persen impor merupakan bahan utama untuk mendukung produksi domestik, sementara keterlambatan pengiriman dapat menghilangkan pelanggan dan peluang bisnis.
  • How?
    Pemerintah didorong menerapkan standar secara konsisten dan menggunakan AI untuk membantu mengidentifikasi pengiriman mencurigakan, dengan manusia tetap berperan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bea cukai ingin menghentikan barang ilegal, tetapi bisnis juga harus tetap berjalan cepat. Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman mengatakan banyak barang impor dipakai untuk membuat barang di dalam negeri. Ia juga bilang AI bisa membantu mencari pengiriman mencurigakan, tetapi manusia tetap diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemanfaatan AI dapat membantu bea cukai memusatkan perhatian pada pengiriman yang mencurigakan sejak lebih awal. Di sisi lain, penerapan standar kualitas, keselamatan, dan kesehatan secara konsisten tetap mendukung perlindungan masyarakat. Kombinasi teknologi dan peran manusia membuka ruang bagi pengawasan yang lebih terarah tanpa mengabaikan kelancaran proses bisnis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman mengatakan bahwa bea cukai untuk menyeimbangkan antara menghentikan penyelundupan dan perdagangan ilegal sekaligus melakukannya tanpa menunda bisnis. Pasalnya, lebih dari 71,6 persen impor adalah bahan utama untuk mendukung produksi domestik.

Menurutnya, perbatasan menjadi salah satu bagian dari produksi sehingga administrasi dari Bea Cukai menjadi penting.

“Ini alasan administrasi bea cukai sangat penting, karena bea cukai berada di persimpangan antara kebijakan fiskal, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan masyarakat,” ujarnya dalam agenda 6th WCO RTC Indonesia International Conference secara daring, Selasa (20/10).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia Januari–Agustus 2026 mencapai US$186,39 miliar atau naik 19,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 16,83 persen menjadi US$157,09 miliar. Sementara pada Agustus 2026, impor mencapai US$23,06 miliar, naik 19,09 persen dibandingkan Agustus 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 17,20 persen menjadi US$19,53 miliar.

Nurkholisoh memberikan gambaran bahwa ketepatan waktu menjadi aspek yang penting bagi usaha yang ingin menjual produk ke luar negeri. Bagi mereka, satu pengiriman yang terlambat dapat menyebabkan hilangnya seorang pelanggan bahkan hilangnya peluang bisnis.

Dengan demikian, hambatan non tarif harus menjadi prioritas dari pemerintah. Menurutnya, standar kualitas, keselamatan, dan kesehatan diperlukan untuk melindungi masyarakat. Namun, standar tersebut perlu diterapkan secara konsisten.

Menurutnya, ancaman terhadap rantai pasok bisa datang dari setiap bagian dari proses. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menemukan metode baru untuk menghadapi tantangan yang baru salah satunya menggunakan artificial intelligence (AI).

“AI dapat membantu untuk mengidentifikasi misalnya sebelum pengiriman yang mencurigakan lebih awal sebelum barang tersebut sampai. Teknologi mampu membantu memusatkan perhatian. Namun, teknologi hanyalah sebuah enabler bukan pengganti manusia,” ujar Nurkholisoh.

Curated For You

Editorial Team

Related Article