Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belanja APBN Kuartal IV 2026 Diproyeksi Capai Rp1.300 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Dok Sekretariat Presiden
  • Belanja negara pada kuartal IV 2026 diproyeksikan mencapai Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.

  • Efisiensi anggaran tetap berjalan tanpa menghentikan belanja, yang diarahkan untuk kegiatan ekonomi, layanan publik, dan perlindungan sosial.

  • Pemerintah menilai ekonomi makro dan transaksi masyarakat masih resilien sambil menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
periode yang sama tahun lalu

Realisasi belanja negara tercatat Rp1.200 triliun.

kuartal IV 2026

Belanja negara dalam APBN diproyeksikan mencapai Rp1.300 triliun. Bantuan pangan mulai bergulir pada periode ini.

Selasa (20/10)

Suahasil Nazara menyampaikan proyeksi belanja setelah memenuhi panggilan Presiden Prabowo.

2 tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

Suahasil memaparkan kondisi ekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo.

ke depan

Pemerintah akan terus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Belanja negara dalam APBN pada kuartal IV 2026 diproyeksikan sebesar Rp1.300 triliun.
  • Who?
    Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan proyeksi tersebut kepada Presiden Prabowo.
  • Where?
    Belanja tersebut dialokasikan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, layanan publik pemerintah, dan perlindungan sosial di Indonesia.
  • When?
    Proyeksi berlaku pada kuartal IV 2026 dan disampaikan setelah Suahasil memenuhi panggilan Presiden Prabowo, dikutip Selasa (20/10).
  • Why?
    Belanja diarahkan untuk mendorong kegiatan ekonomi, termasuk konsumsi, layanan publik, dan perlindungan sosial.
  • How?
    Pemerintah menjalankan efisiensi tanpa menghentikan anggaran, menyalurkan bantuan pangan, serta bekerja sama dengan Bank Indonesia menjaga stabilitas sektor keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belanja negara pada kuartal IV 2026 diperkirakan Rp1.300 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan uang itu dipakai untuk membantu kegiatan ekonomi, layanan pemerintah, dan perlindungan sosial. Bantuan pangan juga mulai diberikan. Pemerintah dan Bank Indonesia akan menjaga keuangan tetap stabil. Ekonomi Indonesia disebut masih kuat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Proyeksi belanja yang lebih tinggi disertai efisiensi anggaran dan diarahkan untuk kegiatan ekonomi, layanan publik, serta perlindungan sosial. Penyaluran bantuan pangan juga disebut mulai berjalan pada kuartal IV. Di sisi lain, kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia menunjukkan upaya menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendukung pertumbuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan bahwa belanja negara dalam Anggaran Belanja dan Pengeluaran Negara (APBN) pada kuartal IV 2026 sebesar Rp1.300 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp1.200 triliun.

Peningkatan tersebut dilakukan di tengah rencana pemerintah untuk melakukan efisiensi. Menurut Suahasil, adanya efisiensi anggaran itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran.

"Jadi, belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan kuartal IV tahun lalu," kata Suahasil usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo, dikutip Selasa (20/10).

Suahasil menerangkan bahwa belanja tersebut akan dialokasikan untuk mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial.

"Bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk kuartal IV dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan mendorong apa namanya kegiatan government expenditure di perekonomian kita," kata Suahasil.

Sebelumnya, Suahasil juga memaparkan kondisi ekonomi Indonesia pada Presiden Prabowo bertepatan dengan 2 tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menurut Bendahara Negara tersebut, adanya volatilitas dari ekonomi dunia juga pastinya memberikan dampak bagi Indonesia.

"Cukup banyak Amerika Serikat, masih meningkat terus termasuk inflasinya masih tinggi. Lalu Kemudian, Eropa juga mengalami kondisi yang kita tahu cukup volatile," kata Suahasil..

Meski demikian, Suahasil melaporkan kepada Presiden bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia masih sangat resilien. Kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilien.

"Jadi, kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan," ujar Suahasil.

Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia juga akan terus bekerja sama memastikan stabilitas dari sektor keuangan Indonesia. Lebih lanjut, pemerintah juga mengatakan akan mendorong OJK yang melakukan pengawasan mikroprudensial.

Curated For You

Editorial Team

Related Article