Jakarta, FORTUNE – Pemerintah memastikan sebagian besar produksi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Proyek LNG Abadi Blok Masela akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat peresmian groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela yang dikembangkan Inpex Corporation di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7). Proyek strategis nasional yang telah tertunda hampir tiga dekade itu akhirnya memasuki tahap konstruksi.
"Gasnya yang sudah kita putuskan, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk ekspor," kata Bahlil yang juga disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut dia, pasokan gas domestik dari Blok Masela akan menjadi bahan baku bagi berbagai industri strategis nasional. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengguna (offtaker), mulai dari industri pupuk hingga sektor ketenagalistrikan.
"Sebagian akan kita pakai untuk hilirisasi PT Pupuk, kemudian kita serahkan kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta untuk meningkatkan nilai tambah serta mendorong penciptaan ekonomi di daerah," ujarnya.
Blok Masela diproyeksikan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 120 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), serta menghasilkan 35.000 barel kondensat per hari. Produksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan lifting migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
