Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
CEO IDN: Generasi Milenial dan Gen Z Penentu Indonesia Emas 2045
CEO dan Founder IDN Winston Utomo saat membuka Indonesia Summit 2026 by IDN di The Tribrata, Jakarta, Rabu (17/6). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
  • Winston Utomo menegaskan bahwa generasi milenial dan Gen Z menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 berkat dominasi demografi muda di tanah air.
  • Ia menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia, disiplin kerja, serta semangat kolaboratif agar bonus demografi benar-benar membawa keuntungan bagi pembangunan nasional.
  • Winston juga menekankan peran kreativitas dan industri ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru yang dapat mengangkat daya saing Indonesia di tingkat global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Winston Utomo menghadirkan optimisme segar tentang potensi generasi muda Indonesia yang kini mendominasi demografi nasional. Dengan menekankan pentingnya kerja keras, disiplin, dan kreativitas, pandangannya menyoroti kekuatan manusia sebagai aset utama bangsa. Semangat kolaboratif dan keberanian mencipta tren global menggambarkan keyakinan bahwa energi milenial dan Gen Z dapat menjadi motor kemajuan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – CEO sekaligus Founder IDN, Winston Utomo, meyakini milenial dan Gen Z akan menjadi penentu keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, komposisi demografi saat ini memberikan peluang besar melesatkan Indonesia menjadi negara maju. Hanya saja, ada syaratnya: mampu memanfaatkan potensi sumber daya manusia.

Berbicara dalam pembukaan Indonesia Summit 2026 by IDN di The Tribrata, Jakarta, Rabu (17/6), Winston melontarkan optimisme tersebut berdasar atas besarnya proporsi generasi muda di Indonesia. Menurut riset IDN Research Institute dan data Badan Pusat Statistik (BPS), milenial dan Gen Z kini menjadi kelompok usia terbesar di Indonesia dengan rata-rata usia penduduk sekitar 30,5 tahun.

“Dalam beberapa tahun ke depan kita akan mencapai puncak bonus demografi. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan peluang emas yang hanya datang sekali dalam sejarah sebuah bangsa,” ujar Winston.

Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan nasional. Sebaliknya, mereka harus menjadi aktor utama yang menentukan arah masa depan bangsa.

“Generasi milenial dan Gen Z bukanlah penonton dari masa depan. Kita adalah penulis dari masa depan itu sendiri. Di tangan kitalah cita-cita Indonesia Emas 2045 akan ditentukan,” katanya.

Winston menilai kekuatan terbesar Indonesia bukan terletak pada kekayaan sumber daya alam atau luas wilayahnya, melainkan pada kualitas anak mudanya. Namun, bonus demografi tidak akan otomatis berubah menjadi keuntungan jika tidak dibarengi dengan budaya kerja yang kuat.

“Bonus demografi tidak akan otomatis menjadi berkah. Ia hanya akan berarti jika setiap dari kita bekerja keras, berdisiplin, dan bersungguh-sungguh,” ujarnya.

Selain sumber daya manusia, Winston juga menyoroti pentingnya kreativitas sebagai mesin pertumbuhan ekonomi masa depan. Menurut dia, industri media, hiburan, dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mengangkat daya saing Indonesia di tingkat global melalui karya-karya yang mampu menembus pasar internasional.

Ia membayangkan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen konten global, tetapi juga produsen dan pengekspor karya kreatif yang dinikmati masyarakat dunia.

“Indonesia tidak hanya mengikuti tren dunia, tetapi juga menciptakan tren tersebut,” kata Winston.

Dalam kesempatan sama, ia juga mengungkapkan hasil riset internal yang menunjukkan hampir 70 persen generasi muda Indonesia aktif menyuarakan isu-isu yang mereka pedulikan, atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Energi tersebut, menurutnya, perlu diarahkan menjadi karya nyata dan kolaborasi lintas sektor demi mempercepat kemajuan bangsa.

Menutup pidatonya, Winston mengajak seluruh pemangku kepentingan bahu-membahu membangun masa depan Indonesia.

“Masa depan bukan untuk ditunggu, tetapi untuk diciptakan bersama-sama oleh generasi muda Indonesia, selangkah demi selangkah menuju Indonesia yang lebih baik,” ujarnya. 

Apakah generasi muda siap wujudkan Indonesia Emas 2045?

Editorial Team

Related Article