Impor BBM Swasta Mulai Jalan, ESDM Beri Sinyal Ada Penambahan

- Pemerintah telah memberikan kuota impor tambahan.
- Sebagian badan usaha telah mulai menerima pasokan hasil impor tersebut.
- Jumlah kuota impor tambahan tidak diungkap secara terperinci oleh Kementerian ESDM.
Jakarta, FORTUNE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta mulai kembali normal. Ketetapan itu sejalan dengan realisasi impor BBM oleh badan usaha (BU) hilir migas swasta setelah pemerintah memberikan kuota impor tambahan untuk periode 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan kuota impor BBM tambahan bagi operator SPBU swasta telah diberikan. Sebagian badan usahanya pun telah mulai menerima pasokan hasil impor tersebut.
“Harusnya sudah normal. [Soalnya] kita tidak ada yang menghentikan,” kata Laode saat ditemui di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Senin malam (5/1).
Meski demikian, Kementerian ESDM belum bersedia membuka secara terperinci jumlah kuota impor BBM tambahan yang diberikan kepada masing-masing operator SPBU swasta. Laode hanya memberikan sinyal bahwa volume tambahan untuk tahun ini tidak jauh berbeda dengan yang diberikan pada tahun sebelumnya.
“Sudah, miriplah [tambahan 10 persen sama dengan kuota impor BBM 2025],” ujarnya.
Laode juga menjelaskan, proses impor BBM oleh badan usaha swasta sejatinya telah berjalan sejak akhir tahun lalu. Menurutnya, pengajuan impor dilakukan jauh hari sebelum Desember, sehingga saat ini badan usaha tinggal menunggu kedatangan kargo BBM di dalam negeri.
“Kalau sudah mengajukan dan pengirimannya sudah jalan, ya tinggal menunggu kedatangannya,” kata Laode.
Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki kewenangan menghentikan proses impor yang telah diajukan oleh badan usaha. Oleh karena itu, pasokan BBM di SPBU swasta seharusnya telah tersambung kembali secara bertahap sejak awal tahun ini, seiring masuknya pengiriman BBM hasil impor.


















