Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

INDEF: WFH ASN Hemat 1,2 Miliar Liter BBM dan Efisiensi Rp2,04 Triliun

INDEF: WFH ASN Hemat 1,2 Miliar Liter BBM dan Efisiensi Rp2,04 Triliun
Skema gaji tunggal alias single salary bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi salah satu kegiatan prioritas dalam rencana kerja pemerintah di 2024. (rri.co.id)
Intinya Sih
  • Kebijakan WFH ASN merupakan respons lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah.

  • Efisiensi fiskal dari penghematan BBM ASN diperkirakan mencapai Rp1,36 triliun hingga Rp2,04 triliun per tahun.

  • Kebijakan ini juga dinilai dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE –  Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memandang kebijakan Work from Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) berpotensi menghemat penggunaan 1,2 miliar liter bahan bakar minyak (BBM) per tahun. 

Kalkulasi tersebut tertuang dalam dalam laporan Monitoring Food, Energy and Sustainable Development yang dirilis April 2026.

Sebagai konteks, kebijakan WFH merupakan respons terhadap konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini mencapai US$118,4 per barel.

Ekonom INDEF, Abra Talattov, menyatakan jumlah ASN per Februari 2026 mencapai hampir tujuh juta orang. Dengan demikian, WFH satu hari per minggu untuk 50 hingga 75 persen ASN berpotensi mengurangi pemakaian BBM melalui penurunan mobilitas harian.

“Penghematan diperkirakan mencapai kurang lebih 0,80 hingga 1,20 miliar liter BBM per tahun, berdasarkan asumsi 5 liter per ASN per hari WFH,” kata Abra melalui keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin (6/4).

Dengan demikian, pemerintah juga dapat lebih efisien dalam urusan fiskal. Sebab, dengan asumsi biaya subsidi kurang lebih Rp1.700 per liter (Pertalite), lanjut Abra, potensi penghematan fiskal dapat mencapai sekitar Rp1,36 triliun hingga Rp2,04 triliun per tahun.

Di sisi lain, INDEF menilai kondisi ini juga bisa mendorong percepatan implementasi kendaraan listrik secara lebih luas. Apalagi, pemerintah menargetkan konversi 120 juta sepeda motor berbasis BBM menjadi kendaraan listrik secara bertahap.

Dalam kaitan ini, penjualan kendaraan listrik (BEV) telah meningkat dari 43.188 unit pada 2024 menjadi 82.525 unit sepanjang Januari hingga November 2025 dengan pangsa pasar sekitar 11,62 persen.

Infrastruktur pengisian daya juga meningkat menjadi 4.655 SPKLU pada 2025, dari sekitar 3.223 pada 2024.

Peta jalan pengembangan Kendaraan Berbasis Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional memproyeksikan hingga 2030 bakal terdapat 62.918 stasiun pengisian daya baterai (SPKLU) dan 943.764 kendaraan listrik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More