Pertamina Impor 45,9 Ribu Ton LPG dari Amerika Serikat

- Pertamina Patra Niaga mengimpor 45,9 ribu ton LPG dari Amerika Serikat menggunakan kapal Pertamina Gas 1 yang berlayar dari Freeport, Texas.
- Muatan terdiri dari 23.000 ton propane dan 22,8 ribu ton butane, setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG 3 kilogram untuk memperkuat stok nasional.
- Sebanyak 26.000 ton dibongkar di Terminal Sekong Banten dan 19,9 ribu ton di Terminal Arun Aceh sebagai bagian strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Jakarta, FORTUNE – PT Pertamina Patra Niaga mendatangkan sekitar 45,9 ribu metrik ton Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS).
Pasokan tersebut diangkut menggunakan kapal Pertamina Gas 1 (PG1) yang berlayar dari Freeport, Texas, Amerika Serikat (AS).
Muatan kapal terdiri dari 23.000 metrik ton propane dan 22,8 ribu metrik ton butane, yang akan memperkuat stok LPG nasional sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengadaan LPG dari berbagai sumber global merupakan strategi perusahaan memastikan pasokan energi tetap tersedia.
"Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi," ujar Kitty dalam keterangannya, Senin (14/7).
Ia menambahkan, ketahanan energi menjadi fondasi penting mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Pertamina Patra Niaga terus melakukan diversifikasi sumber pasokan, mengoptimalkan infrastruktur logistik, serta memastikan distribusi energi berjalan tepat waktu dan berkelanjutan.
Volume LPG yang dibawa Pertamina Gas 1 setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG 3 kilogram. Setelah tiba di Indonesia, sekitar 26.000 metrik ton akan dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten, sedangkan sekitar 19,9 ribu metrik ton sisanya dibongkar di Terminal LPG Arun, Aceh.
Pasokan tersebut selanjutnya akan memperkuat stok nasional sebelum disalurkan melalui jaringan distribusi Pertamina Patra Niaga sesuai kebutuhan di berbagai daerah, guna menjaga keandalan pasokan LPG bagi masyarakat.
Pertamina Gas 1 memulai pelayaran dari Freeport, Texas, pada 29 Mei 2026 dan menempuh perjalanan lintas samudra menuju Indonesia dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional.
Pengiriman ini juga menunjukkan kemampuan Pertamina Patra Niaga dalam mengelola rantai pasok energi global sehingga pasokan dapat tiba sesuai jadwal.






















