Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fitch Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,9% pada 2027-2028
ilustrasi Fitch Ratings (Shashank457, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dalam jangka menengah, tetapi di bawah target pemerintah.

  • Proyeksi pertumbuhan 2027 dan 2028 naik menjadi 4,9 persen, sedangkan pertumbuhan 2026 diperkirakan 5,2 persen.

  • Tantangan utama meliputi reformasi struktural, stabilitas makroekonomi, tekanan rupiah, cadangan eksternal, dan sentimen investor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tahun 2025

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,1 persen.

Maret 2026

Fitch Ratings merevisi Prospek peringkat utang berdaulat Indonesia dari Stabil menjadi Negatif.

semester I 2026

Pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,4 persen secara tahunan, dibandingkan 5,1 persen pada tahun 2025.

semester II 2026

Momentum pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat.

Tahun 2026

Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen.

Tahun 2027

Fitch Ratings meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,9 persen. Anggaran tahun 2027 disebut menunjukkan keberlanjutan kebijakan.

Tahun 2028

Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,9 persen.

Tahun 2029

Target pertumbuhan ekonomi pemerintah berada pada 8 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dalam jangka menengah, tetapi berada di bawah target pemerintah.
  • Who?
    Fitch Ratings, pemerintah Indonesia, investor, dan bank sentral Indonesia disebut dalam riset tersebut.
  • Where?
    Indonesia, dengan tekanan yang disebut terjadi pada rupiah dan cadangan eksternal.
  • When?
    Proyeksi mencakup tahun 2026, 2027, 2028, dan target pemerintah pada 2029.
  • Why?
    Target pertumbuhan menghadapi tantangan karena reformasi struktural berdampak sedang, sementara stabilitas makroekonomi dan keuangan perlu dipertahankan.
  • How?
    Fitch menaikkan proyeksi pertumbuhan 2027 dan 2028 menjadi 4,9 persen, sementara pertumbuhan 2026 diproyeksikan 5,2 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Fitch Ratings bilang ekonomi Indonesia bisa tumbuh, tetapi belum sampai target pemerintah. Fitch memperkirakan ekonomi tumbuh 5,2 persen pada 2026 dan 4,9 persen pada 2027 serta 2028. Pemerintah perlu menjaga uang negara, rupiah, dan pekerjaan. Tekanan pada rupiah sempat mereda, tetapi cadangan luar negeri masih bisa terbebani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Proyeksi Fitch menunjukkan ekonomi Indonesia tetap memiliki ketahanan meski menghadapi kenaikan harga energi global dan tekanan terhadap rupiah. Pertumbuhan pada semester I 2026 meningkat dibandingkan 2025, sementara respons kebijakan yang cepat disebut berhasil meredakan tekanan terhadap rupiah dan mendukung keberlanjutan kebijakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara jangka menengah akan kuat, namun masih berada di bawah target pemerintah yakni 8 persen pada tahun 2029.

Dalam risetnya, Fitch Ratings meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,7 persen menjadi 4,9 persen untuk tahun 2027 dan 2028. Angka ini jauh di bawah proyeksi pemerintah yakni 6 persen.

Fitch memperkirakan bahwa akan menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mencapai targetnya sambil tetap mempertahankan stabilitas makroekonomi dan keuangan, tanpa adanya reformasi signifikan lebih lanjut dan penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi.

Menurut Fitch Ratings, reformasi struktural hanya akan memberikan dampak sedang terhadap produktivitas faktor total (total factor productivity) dan pendalaman modal (captal deepening) yang menjadi faktor penentu PDB potensial Indonesia.

"Kami telah menyoroti risiko meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta terkikisnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan di tengah meningkatnya sentralisasi wewenang pembuatan kebijakan saat kami merevisi Prospek (Outlook) peringkat utang berdaulat (sovereign rating) Indonesia dari Stabil menjadi Negatif pada Maret 2026," ujar Fitch Ratings dalam risetnya, Rabu (21/10).

Perkembangan makroekonomi terkini menunjukkan adanya ketahanan meskipun di tengah kenaikan harga energi global. Pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,4 persen secara tahunan pada semester I 2026 dibandingkan 5,1 persen pada tahun 2025.

Untuk tahun 2026, Fitch memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,2 persen yang dipengaruhi oleh momentum yang melambat pada semester II 2026.

"Kami memperkirakan dukungan fiskal akan memudar setelah belanja negara digelontorkan lebih awal (front-loaded) pada semester pertama 2026. Ekspor bersih juga akan mengurangi pertumbuhan," tulis riset tersebut.

Sementara itu, tekanan terhadap rupiah dan cadangan eksternal meningkat tahun ini di tengah kekhawatiran atas kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, dan tata kelola pasar modal.

"Respons kebijakan yang cepat dalam mendukung rupiah serta penunjukan gubernur bank sentral yang baru dengan sigap berhasil meredakan tekanan tersebut, sementara anggaran tahun 2027 menunjukkan adanya keberlanjutan kebijakan dan mengurangi risiko pembengkakan belanja pemerintah," demikian laporan tersebut.

Fitch menyoroti bahwa perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah responsif terhadap kekhawatiran mengenai ketidakpastian dan kredibilitas kebijakan, namun sentimen investor yang rapuh serta intervensi valas yang berkelanjutan dapat semakin membebani cadangan eksternal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article