Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Didanai DDMF, Prabowo Targetkan Mobil Nasional Diproduksi Mulai 2028
Pengunjung memadati ruang pamer kendaraan saat hari terakhir pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (9/8). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
  • Presiden Prabowo menyatakan proyek mobil nasional akan dibiayai Danantara Development Management Fund, dengan fasilitas di Subang dan target produksi massal pada akhir 2028.
  • DDMF diposisikan sebagai instrumen dana kedaulatan untuk menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang tanpa bergantung pada investasi komersial jangka pendek atau APBN.
  • Pemerintah mengembangkan motor listrik nasional, menyiapkan insentif bagi produksi satu juta unit, serta memperkuat rantai pasok domestik untuk menekan biaya, impor BBM, dan subsidi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan proyek mobil nasional akan menjadi salah satu proyek strategis yang dikembangkan melalui Danantara Development Management Fund (DDMF). Mobil nasional tersebut ditargetkan mulai diproduksi secara massal pada akhir 2028.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam Pidato Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

"DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi Indonesia, tapi belum dapat kita biayai dengan investasi komersial jangka pendek dan juga kita hindari harus dibiayai oleh APBN," kata Prabowo.

Menurut Kepala Negara, keberadaan DDMF memungkinkan dana kedaulatan Indonesia ditanamkan secara disiplin dan profesional untuk membangun kapasitas nasional dalam jangka panjang.

"Danantara adalah dana kedaulatan kita. Danantara harus menjadi instrumen pembangun kapasitas bangsa untuk puluhan tahun mendatang," ujarnya.

Salah satu proyek yang akan dibiayai melalui skema tersebut adalah pengembangan mobil nasional. Pemerintah menargetkan kendaraan tersebut dapat memasuki produksi massal pada penghujung 2028.

“Fasilitas sudah dibangun di daerah Subang (Jawa Barat)," kata Prabowo.

Dengan fasilitas yang telah dibangun di Subang, pemerintah akan melanjutkan pengembangan proyek tersebut hingga mencapai tahap produksi massal.

Kembangkan Motor Nasional

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) (dok. Istimewa)

Selain mobil nasional, pemerintah juga tengah mengembangkan proyek Motor Listrik Nasional (Molinas). Prabowo mengatakan ekosistem motor listrik nasional mulai terbentuk dengan keterlibatan dua perusahaan swasta besar dan dua BUMN yang telah memulai produksi motor listrik.

Pengembangan kendaraan listrik tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Prabowo mengatakan pemerintah juga akan memberikan insentif dalam jumlah besar bagi perusahaan yang mampu memproduksi 1 juta motor listrik di dalam negeri.

"Kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ujarnya.

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut memiliki tiga tujuan sekaligus, yakni menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, serta memperbesar industri motor listrik nasional.

Pengembangan industri tersebut juga akan diarahkan untuk memperkuat rantai pasok domestik, mulai dari baterai, komponen, perangkat lunak, hingga layanan purnajual.

"Menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional, beserta rantai pasok, baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya," katanya.

Pemerintah juga menilai Indonesia memiliki modal penting untuk mengembangkan industri kendaraan listrik karena hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam produksi baterai kendaraan listrik telah tersedia di dalam negeri.

"Saudara-saudara, kita telah memiliki hampir semua unsur dalam baterai untuk kendaraan listrik," ujar Prabowo.

Di sisi lain, percepatan elektrifikasi kendaraan juga ditujukan untuk mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak (BBM). Prabowo menegaskan pemerintah akan mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus mengurangi konsumsi BBM impor secara signifikan.

 

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article