Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Realisasi Anggaran MBG Hanya 72,5%, Ekonom: Dampaknya Kecil ke Ekonomi

anak SD sedang membuka MBG disekolah
Anak SD menikmati MBG
Intinya sih...
  • Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir 2025 mencapai Rp51,5 triliun atau setara 72,5 persen dari target pagu anggaran senilai Rp71 triliun dalam APBN 2025.
  • Program ini telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat di 38 provinsi.
  • Dampak positif MBG terutama melalui perbaikan gizi anak tanpa menimbulkan tekanan fiskal permanen dan berdampak positif pada konsumsi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir 2025 mencapai Rp51,5 triliun atau setara 72,5 persen dari target pagu anggaran senilai Rp71 triliun dalam APBN 2025.

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono melaporkan, dari nilai tersebut, nilai manfaat yang langsung dirasakan masyarakat tercatat sebesar Rp43,3 triliun. Dalam arti lain, dana operasional program serta anggaran untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekitar Rp8,3 triliun.

“Sudah ada 19.343 SPPG atau central kitchen yang memperkerjakan 789.319 pekerja,” jelas Thomas saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1).

Dengan demikian, program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat di 38 provinsi, yang terdiri dari siswa, balita, ibu hamil dan menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan.

Meski demikian, lanjut Thomas, jumlah penerima manfaat ini masih jauh dari target yang dicanangkan pemerintah sebesar 82,9 juta penerima. Untuk itu, Kemenkeu optimis pada kuartal I-2026 program ini akan terus digencarkan.

Dampak MBG terhadap pasar tenaga kerja masih kecil

IMG_6001.jpeg
Warga mencicipi menu MBG dari dapur SPPG Penumping yang dibagikan di Kalipepe Land saat acara malam tahun baru. (IDN Times/Larasati Rey)

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics & Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman menyatakan, dampak positif ini terjadi terutama melalui perbaikan gizi anak, tanpa menimbulkan tekanan fiskal permanen karena dirancang bersifat fiskal-netral. Namun demikian, pihaknya menilai dampak utuh MBG ke perekonomian masih kecil.

“Dampak MBG terhadap pasar tenaga kerja dan suku bunga riil bersifat kecil dan sementara,  mencerminkan peningkatan efisiensi dan kualitas tenaga kerja,” kata Rizal melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumatr (9/1).

Dalam riset United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN DESA) bersama Kementerian PPN/Bappenas, dan Universitas Diponegoro menyatakan bahwa program MBG sebagai investasi sumber daya manusia yang berdampak positif pada konsumsi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More

Discovery Kartika Plaza Hotel Dukung Pasar Murah Artha Graha Peduli 2026

09 Jan 2026, 18:22 WIBNews