RI Gandeng Mitra Global Bangun Hub Gas Metana di Sumsel

Jakarta, FORTUNE - Pengembangan gas metana batu bara atau coal bed methane (CBM) di Indonesia memasuki fase baru seiring dukungan pemerintah terhadap kerja sama antara NuEnergy Gas Limited dan PT Beijing Energy Linking (PT BEL). Kolaborasi ini diarahkan untuk memaksimalkan potensi CBM nasional melalui pemanfaatan teknologi pengeboran terbaru.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kemitraan tersebut menjadi pijakan penting dalam mempercepat pemanfaatan sumber energi nonkonvensional itu. Fokus awal pengembangan diarahkan ke wilayah Sumatera Selatan, terutama Blok Tanjung Enim.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Peningkatan Produksi dan Lifting Migas, Nanang Abdul Manaf, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk membuka potensi CBM yang selama ini belum tergarap optimal.
"Penandatanganan ini menjadi momentum lanjutan setelah pencapaian sejarah pada 17 Desember 2025 melalui penandatanganan Gas Sales and Purchase Agreement (GSA) pertama untuk CBM di Indonesia, dengan nilai kontrak mencapai USD 200 juta," ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (11/1).
Pada saat yang sama, pemerintah memastikan pengembangan CBM, khususnya di Blok Tanjung Enim, akan segera ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Status tersebut diharapkan memperkuat dukungan lintas kementerian, mempercepat proses perizinan, serta mempermudah penggunaan lahan demi mengejar target produksi gas nasional sebesar 12 BSCFD pada 2030.
Nanang menambahkan, kemitraan ini diharapkan memicu terbentuknya pusat CBM di Sumatera Selatan yang mampu menjamin pasokan gas domestik secara berkelanjutan sekaligus menopang swasembada energi dalam kerangka transisi menuju energi bersih.
"Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis terbentuknya CBM Hub di Sumatera Selatan untuk menjamin aliran gas domestik yang berkelanjutan dan mendukung swasembada energi dalam transisi energi bersih," kata Nanang.
Ia juga menegaskan bahwa Ditjen Migas terbuka terhadap dialog terkait hambatan teknis maupun regulasi di lapangan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga iklim investasi di sektor CBM tetap menarik, aman, dan berkesinambungan.
Lewat perjanjian tersebut, pemerintah berharap standar operasional proyek CBM dapat meningkat sekaligus menciptakan dampak ekonomi lanjutan dan peluang kerja bagi masyarakat Sumatera Selatan. Kehadiran PT BEL, yang didukung oleh BJEI dan Envision Group, dinilai akan membawa praktik terbaik, terutama melalui alih teknologi pengeboran. Selain aspek teknis, kemitraan ini juga membuka peluang kerja sama pembiayaan bagi proyek-proyek CBM pada tahap berikutnya.


















