Temuan Cadangan Gas 5 TCF di Laut Kaltim, 30 Persen untuk Ekspor

Pemerintah mengumumkan penemuan cadangan gas 5 Tcf di Laut Kalimantan Timur dari sumur Geliga-1 yang dioperasikan Eni, disertai potensi kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak.
Produksi gas ditargetkan naik signifikan hingga 3.000 mmcfd pada 2030.
Proyek telah memasuki tahap lanjut dengan persetujuan POD, tender infrastruktur berjalan, serta pembentukan tim khusus Kementerian ESDM.
Jakarta, FORTUNE - Pemerintah mengumumkan penemuan cadangan gas raksasa di lepas pantai Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf). Temuan ini berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Wilayah Kerja Ganal, Kutai, yang dioperasikan oleh perusahaan energi asal Italia, Eni.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut penemuan ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya mengumumkan bahwa ENI mendapatkan penemuan giant di blok Geliga,” ujar Bahlil dalam konferensi pers yang disiarkans secara virtual, Senin (20/4).
Selain gas, lapangan ini juga menyimpan potensi kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak (BOE). Penemuan tersebut makin memperkuat potensi energi di Cekungan Kutai yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi pusat eksplorasi migas nasional.
Lebih jauh, Bahlil menjelaskan jika digabungkan dengan temuan lain di blok Gula, total cadangan gas di kawasan tersebut bisa mencapai sekitar 7 Tcf. Kedua blok ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2028.
Produksi gas diproyeksikan melonjak signifikan, dari kisaran saat ini sekitar 600 juta–700 juta kaki kubik per hari (mmcfd) menjadi sekitar 2.000 mmcfd pada 2028, dan meningkat lagi hingga 3.000 mmcfd pada 2030.
Sementara itu, produksi kondensat diperkirakan mencapai 90.000 barel per hari pada awal produksi dan meningkat hingga 150.000 barel per hari pada 2029–2030.
“Ini strategi agar kita tidak lagi bergantung pada impor gas. Kita dorong untuk kebutuhan industri hilirisasi dalam negeri,” kata Bahlil.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang ekspor demi menjaga keseimbangan pasar dan memenuhi kontrak yang telah ada. Sekitar 20–30 persen dari total produksi gas direncanakan akan dialokasikan untuk pasar internasional mulai 2028.
“Sebagian produksi akan kita ekspor karena sebelumnya sudah ada komitmen dengan off-taker luar negeri,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah mengkaji potensi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik yang lebih luas, termasuk pengembangan industri LPG di Kalimantan Timur apabila kandungan gasnya memungkinkan.
Proyek ini sendiri telah memasuki tahap lanjut. Rencana pengembangan lapangan telah disetujui, dan proses tender untuk infrastruktur seperti pipa dan fasilitas produksi juga mulai berjalan. Pemerintah bahkan membentuk tim khusus yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM untuk mempercepat realisasi proyek.
Secara teknis, sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter di perairan dengan kedalaman 2.000 meter. Temuan ini menunjukkan kolom gas signifikan dengan kualitas reservoir yang sangat baik di interval Miosen.
Uji lanjutan melalui Drill Stem Test (DST) akan dilakukan untuk memastikan produktivitasnya.
Penemuan ini melanjutkan rangkaian sukses eksplorasi di kawasan tersebut, setelah ditemukan ladang Geng North dan Konta. Selain itu, pengembangan proyek juga akan terintegrasi dengan fasilitas yang sudah ada, termasuk kilang LNG di Bontang.Â


















