Comscore Tracker
SHARIA

Perbankan Syariah Tumbuh Positif di Masa Pandemi

Indonesia berpotensi sangat besar kembangkan ekonomi syariah

Perbankan Syariah Tumbuh Positif di Masa PandemiShutterStock/ImranKadir

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE - Walau masih tergolong baru di Indonesia karena mulai beroperasi di awal dekade 1990-an, nyatanya perbankan syariah menjadi sebuah industri yang terus menunjukkan peningkatan. Seiring waktu, sejumlah bank dengan prinsip keislaman yang mengharamkan riba pun terus berkembang.

Mengalami pertumbuhan positif di masa pandemi

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam 5 tahun terakhir jumlah aset perbankan syariah terus mengalami peningkatan. Total aset pada 2019, baik Badan Usaha Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS) menunjukkan angka sekitar Rp524 triliun dan terus bertumbuh menjadi Rp593 triliun pada akhir 2020 dengan pertumbuhan sekitar 14,2 persen. 

Hal ini menunjukkan bahwa bisnis perbankan syariah di Indonesia semakin menguat, bahkan cenderung mengalami peningkatan positif sekalipun dilingkungi pandemi Covid-19. 

Peran pemerintah dukung perbankan syariah

Menanggapi pertumbuhan perbankan syariah, Fauziah Rizki Yuniarti, peneliti ekonomi syariah INDEF, mengatakan prospek sistem syariah masih baik dan akan tetap tumbuh positif. Hal ini tidak lepas dari keseriusan pemerintah terhadap pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

“Langkah awal nyata keseriusan pemerintah adalah dengan dibentuknya KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) pada November 2016 dan diundangkan pada Februari 2020. KNEKS dibentuk dengan mengemban peran sebagai conductor of giant orchestra, yaitu ekosistem ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Fauziah.

Hal lain yang dilakukan pemerintah dalam mendukung perbankan syariah adalah dengan melebur 3 bank syariah BUMN, yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah (BNIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI). Dengan merger ini, BSI memiliki aset sebesar Rp245,7 triliun dengan modal inti Rp20,4 triliun. BSI pun berposisi di urutan ke-7 dari 10 besar bank terbesar di Indonesia.

“Pembentukan BSI akan memiliki dampak yang signifikan terkait dengan besarnya modal. Dengan modal yang kuat, maka BSI bisa melakukan investasi di bidang IT infrastruktur untuk bisa beradaptasi maksimal dengan digital banking sekarang ini, sehingga customer experience dan satisfaction bisa meningkat,” kata Fauziah.

Perkembangan dari Unit Usaha Syariah

Direktur CIMB Niaga Syariah, Pandji P. Djajanegara, juga menyatakan bahwa UUS yang dipimpinnya mengalami pertumbuhan positif, bahkan di masa pandemi. Secara umum, sejak 2015 hingga Maret 2021, aset CIMB Niaga Syariah meningkat menjadi Rp45,4 triliun per akhir Maret 2021 dengan pertumbuhan 7,2 persen (yoy). Berdasarkan data ini, CIMB Niaga Syariah pun tetap berada di posisi UUS teratas di Indonesia dari sisi aset.

“Sejak kuartal ketiga tahun 2020, CIMB Niaga Syariah melakukan penyesuaian strategi bisnis dengan melakukan proyeksi pertumbuhan yang konservatif dan lebih mengarahkan aktivitas pada peningkatan porsi dana murah dari nasabah, sehingga tetap menjaga profitabilitas bank,” kata Pandji dalam Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah secara virtual pada Kamis, (24/6/2021).

Sistem ekonomi syariah masih relevan di Indonesia

Melihat perkembangannya, Fauziah menyampaikan, sistem perbankan syariah masih relevan diterapkan di Indonesia. Dalam sistem ini terdapat nilai-nilai universal yang bisa diterima khalayak luas tanpa melihat agama yang dianut.

“Ekonomi syariah, seperti sistem bagi hasil dan sistem zakat (distribusi pendapatan dan kekayaan), bertujuan untuk mengurangi ketimpangan/kemiskinan di masyarakat yang bertujuan akhir menciptakan keadilan sosial, seperti sila ke-5 Pancasila,” ujar Fauziah.

Selain itu, menurut Fauziah, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah dan masih akan terus diterima masyarakat Indonesia. “Apalagi, salah satu tujuan ekonomi syariah adalah memastikan keadilan sosial dan ekonomi dengan mengurangi ketimpangan ekonomi di masyarakat lewat distribusi pendapatan/kekayaan,” katanya.

Related Articles