Jakarta, FORTUNE – Minat generasi muda untuk mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini tercermin dari pertumbuhan nasabah Tabungan Haji PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Hingga Juli 2026, jumlah nasabah haji BSI mencapai 7,8 juta orang, dengan 46 persen di antaranya berasal dari generasi Z dan kelompok usia muda.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan perubahan preferensi anak muda terhadap layanan keuangan syariah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan perseroan. Menurutnya, generasi muda kini mulai mempertimbangkan layanan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan finansial, tetapi juga memiliki nilai yang sejalan dengan kehidupan mereka.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan nasabah Tabungan Haji BSI yang bertambah sekitar 1 juta orang secara year to date.
"Ini menunjukkan bahwa semakin banyak generasi muda yang mulai mempersiapkan ibadah Haji sejak dini,” ujar Anton dalam siaran pers, dikutip Rabu(16/9).
Untuk menjangkau kelompok tersebut, BSI menawarkan Tabungan Haji dengan setoran awal Rp100.000 tanpa biaya administrasi bulanan. Pembukaan rekening juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI.
"Ini bisa dibuka melalui BYOND by BSI sehingga bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun serta bisa dilakukan autodebet untuk merencanakan haji lebih terarah," katanya.
Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari strategi BSI memperluas akses keuangan syariah sekaligus mengembangkan ekosistem haji dan umrah. Upaya ini juga didorong melalui program Indonesia Berhaji yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mempersiapkan kebutuhan ibadah sejak lebih awal.
Indonesia memiliki basis pasar muslim yang besar. Berdasarkan data BSI, lebih dari 240 juta penduduk Indonesia atau sekitar 87 persen dari total populasi merupakan muslim. Lebih dari separuhnya berasal dari generasi Z dan milenial, sementara sekitar 5,9 juta orang tercatat dalam daftar tunggu jemaah haji Indonesia.
Dari sisi bisnis, Tabungan Haji BSI hingga Juli 2026 tumbuh 16,02 persen menjadi Rp17,1 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya penggunaan layanan BSI untuk kebutuhan persiapan ibadah haji.
BSI juga menyebut Indonesia memiliki sekitar 53 persen pangsa pasar haji dunia. Dalam ekosistem tersebut, perseroan mengklaim sekitar 87 persen masyarakat mempercayakan perencanaan hajinya bersama BSI.
“Sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual, kami optimistis bahwa haji dan umrah ini menjadi bagian dari gaya hidup muslim yang bisa disiapkan sejak muda dan dengan mudah. Untuk itu, kami juga berkolaborasi dengan Pemerintah, asosiasi haji dan umrah untuk menjadikan haji dan umrah ini bisa terlaksana dengan baik dan fasilitas yang terjamin", katanya.
Ke depan, pengembangan layanan haji dan umrah akan tetap menjadi salah satu bagian dari agenda BSI dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah.
