Comscore Tracker
SHARIA

Kejar Target jadi Bank Syariah Terbesar, BSI Incar Ekspansi 5 Negara

Ini alasan BSI gencar ekspansi di Timur Tengah.

Kejar Target jadi Bank Syariah Terbesar, BSI Incar Ekspansi 5 NegaraShutterStock/CahyadiSugi

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) telah menyelesaikan ekspansi bisnis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dengan membuka kantor perwakilan di kota tersebut. 

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan ekspansi tersebut merupakan salah salah satu upaya untuk mewujudkan visi BSI masuk dalam jajaran 10 besar bank syariah terbesar di dunia pada 2025. Hery bahkan membidik 5 negara baru sebagai tujuan ekspansinya. 

“Pembukaan representative office di Dubai adalah milestone awal dari pengembangan bisnis dan jaringan BSI ke depannya. Dari Dubai, kita tentu berharap bahwa presence BSI secara global akan semakin banyak di sejumlah pusat-pusat keuangan dunia lainnya seperti London, New York, Tokyo, Singapura dan juga Arab Saudi,” kata Hery melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (2/7). 

BSI terima penghargaan progressive international market expansion

Berkat ekspansi ke Dubai tersebut, BSI juga mendapatkan penghargaan sebagai Progressive International Market Expansion untuk kategori Innovation of Marketing, Product, and Service. 

Hery menyebut, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras BSI dalam memperluas layanan di pasar internasional, khususnya di wilayah Timur Tengah. 

Timur Tengah merupakan juga salah satu pusat dari global investor. Pemerintah Indonesia menerbitkan semua global sovereign sukuknya di Nasdaq Dubai. Langkah itu masuk akal karena 30 persen investor sukuk tersebut berasal dari kawasan Timur Tengah. 

Ini alasan BSI gencar ekspansi di Timur Tengah

Hery memaparkan beberapa alasan mengapa BSI memilih kawasan Timur Tengah menjadi wilayah yang dipilih untuk berekspansi ke luar negeri. 

Menurutnya, kawasan tersebut menawarkan potensi bisnis sangat besar dan sangat potensial. Di antara potensinya adalah haji dan umrah di Arab Saudi, ritual yang jemaah terbesarnya berasal dari Indonesia. 

Dari sisi perdagangan bilateral, Indonesia memiliki volume perdagangan yang signifikan dengan kawasan GCC—khususnya dengan dua negara ekonomi terbesar di GCC, yakni Arab Saudi dan UAE—sebesar US$6,87 miliar per tahun atau setara Rp96 Triliun pada 2020. 

Di samping itu, Timur Tengah saat ini sedang menggalakkan proyek pembangunan dengan visi beyond oil development, sehingga semakin banyak negara-negara di Timur Tengah khususnya GCC yang mulai melakukan diversifikasi pembangunannya. 

"UEA adalah pusat keuangan Islam. Kita lihat saat ini kawasan Timur Tengah sangat strategis karena dalam beberapa perdagangan bilateral antara Indonesia memiliki volume yang sangat signifikan," kata Hery.

Related Articles