Ekspansi Bisnis Keamanan Siber, CYBR Rilis Produk untuk Segmen Institusi

- PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) meluncurkan IntelliBron Aman Enterprise untuk segmen institusi, menawarkan perlindungan menyeluruh bagi perangkat perusahaan, pemerintah, dan pendidikan tanpa biaya individu.
- CYBR mencatat pendapatan Rp527,1 miliar dan laba bersih Rp65,4 miliar pada 2025, tumbuh 62 persen secara tahunan seiring transformasi menuju model bisnis teknologi berkelanjutan.
- Perusahaan memperkuat fondasi jangka panjang dengan mendirikan ITSEC Cyber dan AI Academy guna mengatasi kekurangan talenta keamanan siber serta memperluas operasi ke pasar internasional.
Jakarta, FORTUNE — PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) memperkuat ekspansi bisnis keamanan siber dengan meluncurkan solusi baru IntelliBron Aman Enterprise yang menyasar segmen institusi seperti perusahaan, pemerintah, dan sektor pendidikan.
Pelucuran produk tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di tengah meningkatnya kebutuhan perlindungan perangkat mobile, yang kerap menjadi celah utama dalam sistem keamanan perusahaan. Melalui skema berbasis institusi, solusi ini memungkinkan perlindungan menyeluruh bagi karyawan, siswa, hingga aparatur pemerintah tanpa biaya individu.
Bagi institusi manfaatnya adalah seluruh perangkat yang digunakan dalam lingkungan mereka menjadi lebih aman dan terkelola. Sementara bagi individu mereka mendapatkan perlindungan langsung dari ancaman digital yang dapat menyebabkan kerugian nyata tanpa harus mengeluarkan biaya.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan ancaman yang dihadapi masyarakat Indonesia di ponsel mereka saat ini bukanlah abstraksi teknis. “Tapi juga penipuan finansial yang dapat mengosongkan rekening bank, malware yang membajak dompet digital dan platform yang mengeksploitasi pengguna yang rentan. IntelliBron Aman Enterprise adalah jawaban,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).
IntelliBron Aman Enterprise merupakan pengembangan dari IntelliBron Aman versi individu yang sudah tersedia untuk masyarakat.
Kinerja Bertumbuh
Seiring ekspansi produk yang dilakukan, CYBR juga mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Pada 2025, ITSEC Asia membukukan pendapatan sebesar Rp527,1 miliar, tumbuh sekitar 62 persen secara tahunan, dengan laba bersih mencapai Rp65,4 miliar.
Kinerja tersebut mencerminkan transformasi ITSEC dari penyedia jasa keamanan siber menjadi perusahaan teknologi dengan model bisnis yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Sejak berdiri pada 2010 dan melantai di bursa pada 2023, perseroan telah menangani lebih dari 7.000 proyek dan melayani lebih dari 300 klien aktif di berbagai sektor, termasuk keuangan, telekomunikasi, energi, dan pemerintahan. Operasi ITSEC kini juga telah menjangkau pasar internasional seperti Singapura, Australia, hingga Timur Tengah.
“Selama 16 tahun terakhir, ITSEC tumbuh seiring dengan percepatan transformasi digital di Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya tercermin dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari fondasi yang semakin kuat sebagai perusahaan keamanan siber yang berkelanjutan dan menguntungkan,” katanya.
Selain itu, ITSEC juga memperkuat fondasi jangka panjang melalui pendirian ITSEC Cyber dan AI Academy pada 2025, guna menjawab kekurangan talenta di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan di Indonesia.
Melalui pengembangan produk dan investasi pada penguatan kapabilitas, perseroan membidik pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri keamanan siber di Indonesia.
“Keamanan siber harus menjadi bagian dari fondasi ekosistem digital nasional. Ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” ujar Patrick.


















