Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
IBM Taksir Indonesia Dapat Pimpin Kedaulatan Digital di Asia Tenggara
Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader, IBM ASEAN, saat memberikan paparan di kantor IBM Indonesia, Jakarta (12/3/2026)
  • IBM menilai Indonesia berpotensi memimpin kedaulatan digital Asia Tenggara dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap ekonomi digital kawasan dan populasi internet mencapai 220 juta pengguna.

  • IBM mendorong pembangunan platform AI berdaulat serta penguatan keamanan siber nasional untuk mempercepat transformasi digital.

  • Perusahaan itu memperkenalkan Sovereign Core sebagai solusi AI berdaulat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - IBM Indonesia menegaskan bahwa kendali penuh atas aset digital, mulai dari data hingga infrastruktur, menjadi harga mati bagi Indonesia untuk memimpin perekonomian digital di kawasan Asia Tenggara yang nilainya diproyeksikan mendekati US$100 miliar.

Dalam sebuah pemaparan di hadapan wartawan di Jakarta, Kamis (12/3), General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, mengungkapkan bahwa Indonesia adalah pasar paling dinamis dengan sumbangan lebih dari 40 persen dari total perekonomian digital di kawasan. Dengan populasi sekitar 280 juta jiwa dan setidaknya 220 juta pengguna internet, Indonesia kini berdiri di ambang urgensi penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) berskala nasional.

"Indonesia berada pada momen penting dalam perjalanan digitalnya. Dengan memimpin dalam kedaulatan digital dan memperkuat kemitraan lintas batas, kita dapat membangun fondasi digital yang tepercaya untuk mendorong inovasi, memperkuat ketahanan, dan membuka peluang baru," ujar Catherine.

Bagi IBM, kedaulatan digital bukan sekadar perdebatan usang mengenai lokasi server atau data residency. Standardisasi global baru menuntut kedaulatan yang dapat diverifikasi: siapa yang memiliki akses, di mana sistem dijalankan, dan apakah regulasi dipatuhi secara real-time. Di sinilah kedaulatan digital menjadi pilar inti daya saing perusahaan, melindungi organisasi dari campur tangan regulasi ekstrateritorial serta gangguan geopolitik.

Langkah konkret dijalankan melalui kemitraan strategis. IBM menggandeng Telkom Indonesia untuk menghadirkan platform berdaulat berbasis AI yang dibangun dengan IBM watsonx. Tak hanya itu, kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga diperkuat guna membentengi keamanan siber nasional.

Catherine menyoroti peran penting Danantara, lembaga pengelola investasi kedaulatan yang didirikan pada Februari 2025, sebagai motor penggerak transformasi digital Indonesia yang lebih masif.

"Pendirian Danantara akan menjadi motor transformasi digital terbesar bagi kami, karena tujuan awalnya adalah memacu pertumbuhan sosial-ekonomi dengan mengintegrasikan segala aspek ke dalam satu platform," kata Catherine.

Kemudian, demi mengantisipasi tren global, IBM memperkenalkan Sovereign Core, perangkat lunak yang siap mendukung AI dengan sifat kedaulatan bawaan. Teknologi ini memungkinkan organisasi mengelola lingkungan digital mereka secara otonom tanpa perantara vendor di luar yurisdiksinya.

Produk ini direncanakan akan diperkenalkan secara resmi pada ajang IBM Think Boston pada Mei mendatang.

"IBM Sovereign Core membantu pelanggan mewujudkan kedaulatan yang dapat diverifikasi serta kendali operasional yang utuh, sekaligus memungkinkan implementasi pada platform pilihan mereka sendiri," ujar Catherine mengenai fleksibilitas sistem tersebut yang bersifat agnostik terhadap berbagai arsitektur perangkat keras.

Namun, jalan menuju kedaulatan penuh masih menghadapi kerikil tajam. Catherine menggarisbawahi tiga tantangan utama: ketersediaan talenta digital, konsistensi kebijakan pemerintah, dan kesiapan infrastruktur telekomunikasi untuk meminimalisir latensi jaringan. Tanpa keselarasan ketiga aspek ini, investasi teknologi semahal apa pun tidak akan mampu mencapai sasaran sosial-ekonomi yang diharapkan.

Seiring proyeksi pasar cloud berdaulat yang bakal tumbuh 4,5 kali lipat hingga mencapai US$169 miliar pada 2028, Indonesia tidak punya pilihan selain bergegas.

Editorial Team