Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Menjelang Merge, Ethereum Mulai Mengikis Dominasi Bitcoin

Menjelang Merge, Ethereum Mulai Mengikis Dominasi Bitcoin
Ilustrasi mata uang kripto. (Pixabay/amhnasim)

Jakarta, FORTUNE – Ethereum tampaknya mulai menantang dominasi Bitcoin dalam pasar aset kripto menjelang momentum pembaruan jaringan Ethereum atau Merge.

Menurut data dari CoinMarketCap yang dikutip oleh Reuters, Selasa (13/9), porsi kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini hanya mencapai 39,1 persen dari total market cap aset kripto. Angka itu turun dari 47,5 persen, yang merupakan puncak pada pertengahan Juni.

Sebaliknya, persentase kapitalisasi pasar Ethereum pada saat sama telah naik 20,5 persen dari sebelumnya yang hanya 16 persen.

ā€œOrang-orang sekarang melihat Ethereum pada dasarnya sebagai aset yang aman karena mereka telah melihat keberhasilan jaringan,ā€ kata Kepala Strategi Keuangan Solrise Finance, Joseph Edwards.

Ethereum berhasil mengambil pangsa pasar Bitcoin di tengah proses Merge. Pembaruan ini diyakini akan berdampak terhadap penggunaan energi dari blockchain Ethereum yang lebih efisien.

Dampak Merge

Ilustrasi Ethereum 2.0 (Shutterstock/Vladimir Kazakov)
Ilustrasi Ethereum 2.0 (Shutterstock/Vladimir Kazakov)

Proses Merge, yang diperkirakan berlangsung pekan ini, dapat berimbas terhadap adopsi blockchain secara lebih luas. Pada gilirannya, itu berpotensi meningkatkan harga Ethereum, meskipun tidak ada yang pasti di pasar aset kripto.

Ethereum merupakan tulang punggung dari visi generasi terbaru internet Web3. Aset kripto ini mendukung pula kelahiran sejumlah aplikasi, seperti keuangan terdesentralisasi (DeFi) serta NFT.

Investor agaknya antusias terhadap proses pembaruan jaringan Ethereum ini. Sebagai bukti, nilai Ethereum telah naik lebih dari 65 persen sejak akhir Juni. Sedangkan, Bitcoin cenderung tidak bergerak pada periode sama.

ā€œKami melihat daya tarik (Ethereum) bagi beberapa investor yang mengkhawatirkan konsumsi energi,ā€ kata Doug Schwenk, CEO Digital Asset Research. Namun, dia mewanti-wanti bahwa Ethereum masih jauh di belakang Bitcoin.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai US$427 miliar, atau dua kali lipat dari market cap Ethereum yang mencapai US$210 miliar.

Tidak sedikit pelaku pasar meyakini Bitcoin masih akan menjadi standar dalam kripto karena pasokannya yang terbatas. Karakter Bitcoin ini juga dianggap sama seperti komoditas emas.

Proyeksi Indodax

Ilustrasi Ethereum/Pixabay
Ilustrasi Ethereum/Pixabay

CEO Indodax, Oscar Darmawan, memproyeksikan harga Ethereum berpotensi melejit setelah aset kripto itu mengalami pembaruan jaringan atauĀ Merge. Menurutnya, progres nilai Ethereum jika dilihat dalam jangka panjang cukup baik.

Dalam keterangan resmi kepada media, dikutip Senin (12/9), Oscar menjelaskanĀ MergeĀ merupakan transisi jaringan Ethereum dari mekanismeĀ proof-of-workĀ (PoW) ke mekanismeĀ proof-of-stakeĀ (POS).

Selama ini Ethereum diperoleh dengan skema PoW melalui caraĀ miningĀ atau penambangan. Mekanisme ini diklaim mengonsumsi energi listrik yang lebih besar. Sebab, alat penambang Ethereum membutuhkan spesifikasi komputer tinggi, sertaĀ rig miningĀ yang komplet.

Skema PoW memungkinkan perolehan ETH denganĀ staking, yakni hanya menggunakan modal internet. Dengan demikian, penggunaan energinya diklaim lebih efisien, sederhana, dan ramah lingkungan.

ā€œDengan kelebihanĀ proof of stakeĀ ini, bisa membuat token Ethereum (ETH) lebih berharga sehingga memiliki potensi harga ETH akan naik setelah prosesĀ the MergeĀ selesai, meskipun sejatinya harga aset kripto bergantung pada kondisi pasar,ā€ ujar Oscar.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
Luky Maulana Firmansyah
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Tech

See More

Daftar Link CCTV Jakarta Live untuk Pantau Lalu Lintas

22 Mar 2026, 17:35 WIBTech