Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Merger Tesla-SpaceX Berpotensi Lahirkan Raksasa Bitcoin Baru
CEO SpaceX Elon Musk dalam konferensi pers (commons.wikimedia.org/Daniel Oberhaus)
  • Spekulasi merger Tesla dan SpaceX menarik perhatian karena potensi penggabungan aset kripto senilai US$2,27 miliar atau sekitar 30.221 bitcoin, menempatkan entitas baru di posisi kelima pemegang bitcoin global.
  • SpaceX tercatat memiliki 18.712 bitcoin senilai lebih dari US$1,4 miliar berdasarkan dokumen IPO, sementara Tesla memegang 11.509 BTC dengan nilai sekitar US$862 juta menurut laporan keuangan terbarunya.
  • Selain isu merger, rencana IPO SpaceX dengan valuasi hingga US$1,75 triliun menjadi sorotan investor dan berpotensi mencetak rekor sebagai penawaran saham perdana terbesar sepanjang sejarah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Spekulasi mengenai kemungkinan penggabungan Tesla dan SpaceX kembali menarik perhatian pasar. Jika skenario tersebut terwujud, perusahaan gabungan milik Elon Musk diperkirakan akan mengendalikan lebih dari 30.000 bitcoin dengan nilai mencapai miliaran dolar AS.

Melansir Yahoo Finance, kombinasi kepemilikan aset kripto Tesla dan SpaceX akan membuat entitas baru tersebut menguasai sekitar 30.221 bitcoin senilai US$2,27 miliar atau sekitar Rp40,47 triliun. Jumlah tersebut berpotensi menempatkan perusahaan gabungan itu di jajaran 10 besar korporasi pemegang bitcoin terbesar di dunia, tepatnya di posisi kelima berdasarkan data pengajuan terbaru.

Meski belum ada keputusan resmi mengenai penggabungan kedua perusahaan, spekulasi terus berkembang seiring langkah Elon Musk yang sebelumnya telah mengintegrasikan platform media sosial X dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI miliknya. Saat ini, Musk juga disebut tengah memproses integrasi lebih lanjut antara xAI dan SpaceX.

“Kedua perusahaan sudah memiliki banyak sumber daya bersama, dan Elon Musk telah membahas dengan rekan-rekannya kemungkinan untuk menggabungkan perusahaan-perusahaan tersebut,” demikian dalam laporan itu.

Besarnya potensi kepemilikan bitcoin tersebut mulai terlihat setelah SpaceX mengungkapkan posisi aset kriptonya melalui dokumen terkait rencana penawaran saham perdana (IPO). Perusahaan antariksa itu tercatat memiliki 18.712 bitcoin dengan nilai lebih dari US$1,4 miliar atau sekitar Rp24,96 triliun.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke SEC, SpaceX memperoleh aset tersebut dengan investasi sekitar US$661 juta dan telah mempertahankan kepemilikannya sejak 2024. Data Arkham Intelligence juga menunjukkan perusahaan tersebut sempat melakukan perpindahan aset on-chain untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Juli lalu.

Kepemilikan SpaceX akan melengkapi portofolio bitcoin Tesla yang saat ini mencapai 11.509 BTC dengan nilai sekitar US$862 juta atau setara Rp15,37 triliun berdasarkan laporan keuangan kuartalan terbaru.

Musk sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendukung perkembangan aset kripto. Namun, pada 2020 ia pernah mengungkapkan bahwa kepemilikan bitcoin pribadinya relatif kecil dibanding kekayaannya secara keseluruhan, yakni sekitar 0,25 BTC. Dengan harga saat ini, aset tersebut bernilai hampir US$19.000 atau sekitar Rp338,8 juta.

Meski demikian, keterkaitan Musk dengan dunia kripto lebih sering dikaitkan dengan Dogecoin (DOGE), aset digital berbasis meme yang beberapa kali mendapat dukungan terbuka darinya dan kini masuk dalam jajaran 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

Di sisi lain, rencana IPO SpaceX juga menjadi perhatian investor. Perusahaan yang berbasis di Starbase, Texas, itu disebut membidik valuasi sekitar US$1,75 triliun atau setara Rp31.206 triliun. Jika terealisasi, nilai tersebut berpotensi menjadikannya penawaran saham perdana terbesar sepanjang sejarah.

Sementara itu, harga bitcoin tercatat melemah sekitar 1,3 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$75.021 atau sekitar Rp1,33 miliar.

Kendati demikian, aset kripto terbesar di dunia itu masih menjadi salah satu instrumen investasi yang terus dipantau pasar, terutama setelah mengalami koreksi lebih dari 40 persen dari rekor tertingginya sebesar US$126.080 yang tercapai pada Oktober tahun lalu.

Apabila merger Tesla dan SpaceX benar-benar terjadi, langkah tersebut tidak hanya akan menciptakan salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia, tetapi juga memperkuat posisi Elon Musk sebagai salah satu tokoh korporasi dengan eksposur terbesar terhadap aset kripto global.

Editorial Team

Related Article