Comscore Tracker
BUSINESS

Israel Beri Lampu Hijau Penggunaan Ganja di Industri Medis

Impor ganja di Israel terus bertumbuh setiap tahunnya.

Israel Beri Lampu Hijau Penggunaan Ganja di Industri MedisCannabidiol (CBD). (Pixabay/CBD-Infos-com)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Pemerintah Israel mengizinkan ganja digunakan pada industri medis. Bahan ini dikembangkan sebagai alternatif pengobatan. 

Jauh dari kota modern Israel–seperti tel Aviv atau Haifa–tepatnya di Kota Yeruham, Negev Selatan, ganja medis  mulai dikembangkan seiring dengan pesatnya pertumbuhan pasar. Pengembangan industri medis ini diperkirakan dapat mengatasi pengangguran pada populasi Yeruham yang mencapai sekitar 12.000 orang.

Sebuah perusahaan inkubator ganja medis, CanNegev, sedang mendorong pertumbuhan perusahaan-perusahaan rintisan berteknologi pertama di Israel untuk mengembangkan alternatif pengobatan medis ini.

“Kami telah memutuskan untuk menjadikan ganja medis sebagai jantung dari aktivitas kami, di sini di Yeruham, salah satu kota paling pinggiran di Israel—kota yang terlupakan,” kata Zvi Bet Or, pendiri CanNegev, di The Times of Israel, Minggu (6/2).

Yeruham merupakan bagian dari zona prioritas ekonomi yang menawarkan konsesi kepada perusahaan yang ingin mendirikan usahanya. Penggunaan ganja untuk kepentingan medis di Israel masih ditoleransi, walau untuk kepentingan rekreasi masih berstatus ilegal.

Kota Yeruham menyambut baik peluang ganja medis

Sementara itu, Wali Kota Yeruham, Tal Ohana, menyambut baik masuknya investasi perusahaan pengembang ganja medis di wilayah tersebut. Bahkan, ia bertekad untuk menjadikan Yeruham sebagai ‘ibu kota’ ganja medis di Israel.

“Pasar baru tidak lahir setiap hari di negara ini,” kata Wali Kota perempuan pertama yang pernah dimiliki Kota Yeruham ini. “Saya harus melakukan segalanya untuk menjadi yang terdepan dalam sains dan teknologi di bidang ini (ganja medis).”

Menurut Ohana, teknologi ganja dapat mengubah citra dan menurunkan angka pengangguran di kota tersebut. “Tujuan saya adalah menciptakan pekerjaan berkualitas dan menawarkan pendapatan tinggi untuk menarik populasi pekerja baru,” katanya.

Kini, terkait upayanya mendukung pengembangan tanaman ganja untuk kepentingan medis, Kota Yeruham mengalokasikan 50 hektare lahan untuk budidaya. Iklim gurun dinilai sangat ideal untuk budidaya tanaman ganja.

CBD mulai masif dikembangkan

BOL Pharma, sebuah perusahaan skala besar di sektor ganja medis Israel, menanam sekitar 400.000 tanaman ganja untuk penggunaan terapeutik setiap tahun di lahan seluas 3,5 hektare, di dekat Kota Ashdod, Israel Selatan.

Hal ini sejalan dengan kemungkinan penghapusan Cannabidiol (CBD) dari daftar obat-obatan berbahaya di Israel. Bekerja sama dengan CanNegev, perusahaan ini pun terus memasok bunga ganja untuk terus dikembangkan secara ilmiah.

“Sekitar 110.000 pasien memiliki lisensi (ganja medis) hari ini di Israel, tetapi ketika CBD tersedia untuk semua orang, jutaan orang, keluarga, akan dapat menggunakannya dalam kosmetik dan produk sehari-hari,” kata Dvir Taler, Direktur pertanian di BOL Pharma.

Penggunaan ganja medis tengah berkembang di Israel

Dalam beberapa tahun terakhir, industri ganja medis di Israel terus menunjukkan perkembangan. Pihak berwenang telah mendorong penggunaan terapeutik selama dekade terakhir untuk mengobati kondisi medis yang parah dan stres pasca-trauma pada mantan tentara.

Sejak tahun lalu, parlemen Israel bahkan mengajukan Rancangan Undang-undang yang bertujuan membuat ganja medis lebih tersedia.

Dana Gourevich, Chief Technology Officer di Israel Innovation Authority, mengatakan terdapat 100 perusahaan rintisan di seluruh Israel yang sedang mengerjakan sektor ganja medis. Ada pun bahan baku ganja selama ini impor dari luar negeri, seperti Kanada–yang melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi.

“Ekosistem ganja medis telah menerima investasi $60 juta dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Menurut data Kementerian Kesehatan Israel, negara ini sudah menjadi importir ganja terbesar di dunia. Pada tahun 2021, Israel mengimpor sekitar 22 ton ganja medis, meningkat cukup besar dari impor tahun sebelumnya di angka 14 ton.

Sementara untuk ekspor, kendati berstatus legal, namun negara ini masih menghadapi banyak hambatan, terutama dalam hal standar internasional.

Related Articles