BUSINESS

InterContinental Bali Resort Hadirkan Pohon Natal Bertema Wayang

Memadukan konsep seni dengan dekorasi hari raya Natal.

InterContinental Bali Resort Hadirkan Pohon Natal Bertema WayangPohon Natal bertema wayang di InterContinental Bali Resort. (dok. IBR)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

08 December 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Menyambut Natal, InterContinental Bali Resort menampilkan suasana yang berbeda, dengan dekorasi pohon Natal bertema Kayon, yang adalam bahasa Sansekerta berarti wayang. Pohon ini memiliki tinggi empat meter yang siap menyambut tamu di lobby hotel.

Resort Manajer Resor InterContinental Bali, Christoph Pouls, mengatakan bahwa pohon Natal yang dibangun dari .000 wayang berbahan daun palem kering ini, dibuat oleh seniman Bali, I Gusti Ngurah Adiartha dan Kakul Art Production. “Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda dan unik kepada para tamu melalui konsep pohon Natal yang unik dan berbeda dari tradisi yang ada dan yang mereka lihat di negara mereka,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/12).

Peresmian Pohon Natal Kayon menandai perayaan kreativitas, warisan budaya, dan kegembiraan musim liburan di InterContinental Bali Resort. Pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia seni dan budaya Bali yang mempesona berpadu dengan semangat kebersamaan dan kemeriahaan Natal dan Tahun Baru selama berlibur di InterContinental Bali Resort.

Inspirasi

Pohon Natal wayang ini, kata Christoph, memadukan elemen tradisi libur Natal dengan seni budaya Bali yang indah. Mengambil inspirasi dari filosofi Bali Bhuana Agung atau Bumi, Kayon melambangkan lima elemen kehidupan: tanah, air, api, angin, dan ruang kosong, menceritakan kisah-kisah yang mirip dengan yang ditampilkan dalam pertunjukan Wayang Bali.

Akulturasi tradisi dalam sebuah konsep wayang sebagai dekorasi natal menanamkan dimensi unik dan menyenangkan ke dalam pohon, menekankan nilai keahlian, seni dan individualitas dalam dekorasi hari raya. “Kayon, dengan pengrajin bonekanya, tidak hanya merayakan semangat perayaan tetapi juga memberikan penghormatan kepada warisan budaya Bali yang kaya,” ujar Christoph.