Comscore Tracker
BUSINESS

Presdir BCA Sebut Ekonomi RI Tangguh Hadapi Ancaman Resesi Global

Inflasi Indonesia dinilai masih terjaga baik.

Presdir BCA Sebut Ekonomi RI Tangguh Hadapi Ancaman Resesi Globalsource_name

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, optimistis pertumbuhan ekonomi dalam negeri tidak akan terpuruk, meski krisis dan resesi mengacam global. Sebab, sejumlah indikator perekonomian dinilai masih cukup terjaga. 

“Inflasi yang terdiri dari bahan pokok itu sangat terjaga, jadi untuk kebutuhan sandang pangan itu masih mencukupi. Jadi, saya pikir secara umum akan jauh lebih baik,” ujarnya dalam siaran langsung Instagram, Senin (22/8).

Menurut Jahja, Indonesia diberkahi dengan sumber daya alam yang luar biasa dan devisa yang masih terjaga baik. “Kita menghasilkan dollar lebih besar dan ini membuat kita (Indonesia) bisa mendapatkan pajak lebih besar, kita bisa menggelindingkan terus roda ekonomi kita, dan mudah-mudahan disusul dengan buying power yang akan meningkat. Ini akan menolong ekonomi kita,” ujarny. 

Meski demikian, kesulitan tetap akan terjadi, mengingat krisis global berdampak ke seluruh negara di dunia. “Karena memang imported material dari luar negeri itu memang naik semua (harganya),” katanya.

Potensi besar pariwisata

Salah satu sektor yang meyakinkan Jahja adalah pariwisata. Sektor ini berpotensi besar mengangkat perekonomian di setiap daerah di Indonesia sejalan tingginya potensi kedatangan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi, seperti Bali, Lombok, Raja Ampat, Danau Toba, dan lainnya.

“Mungkin di daerah tertentu, sebentar ini akan masih terasa karena belum adanya turis. Tapi begitu turis berdatangan, (daerah) seperti Bali itu akan back to normal, bahkan bisa jadi lebih besar dari sebelumnya (pandemi), tinggal masalah supply dari pesawat terbang aja,” kata Jahja.

Kondisi pariwisasta akan semakin melesat jika turis asing, seperti Cina dan Jepang sudah kembali  berdatangan. 

Kredit BCA tumbuh luar biasa

ilustrasi kartu kredit

Dari sisi kinerja, Managing Director and Chief Financial Officer BCA, Vera Eve Lim, mengatakan kuartal II/2022, Bank BCA tumbuh signifikan.

“Kredit BCA tumbuh 13,8 persen, dan uniknya untuk kuartal kedua, pertumbuhan itu net sebesar Rp40 triliun. Ini adalah pertumbuhan kuartal paling tinggi selama tiga tahun,” ujarnya.

Jika dibandingkan kuartal kedua sebelum pandemi, yakni tahun 2019, pertumbuhan 2022 meningkat dua kali lipat. “Ini kita sambut dengan luar biasa karena kredit ini bisa tumbuh kalau ekonomi juga tumbuh,” katanya.

Menurutnya, dengan pertumbuhan kredit seperti kuartal II/2022, BCA optimis peningkatan sektor perbankan akan semakin baik ke depannya. "Kalau hari ini mau lihat saham bank (yang bagus), jangan jauh-jauh, mesti lihat dulu sektor keuangan, yaitu perbankan. Karena kalau ekonomi mulai naik, recovery, banking is a proxy of economy," kata Vera.

Beradaptasi dengan ESG

Bisnis berkelanjutan dengan ESG.

Perkembangan dunia usaha yang terus mengarah pada isu Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah pemulihan ekonomi juga disambut baik oleh perusahaan. Terlebih, kesadaran para debitur pada isu ESG dalam dua tahun terakhir meningkat tajam.

“Jadi ini bagus juga buat bank yang membiayai. Kita tahu ESG is a journey. Yang terpenting adalah nasabah mulai melakukan ESG sesuai sektor industri masing-masing,” ujar Vera.

Perseroan telah merespons isu ESG dalam hal pengelolaan sampah yakni dengan cara mendaur ulang sampah kartu elektronik–seperti kartu ATM–sehingga bisa mewujudkan zero waste.

“(Sampah kartu) dicampur sesuatu sehingga bisa jadi paving block untuk parkiran BCA,” katanya.

Related Articles