Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Biaya Sewa Kapal Sedang Naik, BBRM Tambah 1 Unit Kapal Lepas Pantai

pt_pelayaran_nasional_bina_buana_raya_tbk_cover.jpeg
Ilustrasi kapal PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM). (Dok. BBRM)

Jakarta, FORTUNE - PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menambah 1 unit kapal penunjang lepas pantai baru. Pembangunannya ditargetkan selesai pada pertengahan 2026.

Sejalan dengan pengadaan unit baru itu, perseroan kini memiliki kapal penunjang lepas pantai sejumlah 5 unit. Selain itu, BBRM juga mempunyai 1 unit kapal Self Propelled Barge (SPB).

"Kami mencoba mengejar biaya sewa kapal yang tinggi saat ini sehingga membutuhkan armada baru guna meraih pendapatan lebih tinggi ke depannya," kata Direktur Pelayaran Nasional Bina Buana Raya, Liely dalam paparan publik insidentil perseroan, Rabu (7/1).

Ia menambahkan, biaya sewa kapal saat ini sedang berada dalam tren kenaikan, dari sebelumnya kurang dari US$1 per HP (horsepower) menjadi sekitar US$150 per HP.

"Harga tersebut diproyeksi masih akan sedikit meningkat karena faktor risiko rantai pasok," ujar Liely.

Lebih lanjut, perseroan pun masih akan menambah armada baru lagi ke depannya. Itu karena sebagian besar operasional perseroan berada di Asia, khususnya Indonesia, tempat banyak kontrak disepakati dan diteken dengan SKK Migas. Selain itu, perseroan juga akan memperbarui armada yang sudah tua.

Kemudian, BBRM juga akan berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan. Tujuannya: meminimalisasi dampak lingkungan dari armada, sekaligus efisiensi lewat pengembangan teknologi.

"Sebenarnya kami sedang mempertimbangkan untuk investasi pada kapal yang lebih canggih dan efisien, seperti kapal bertenaga listrik. Tapi, intinya, kami harus memastikan teknologi tersebut benar-benar sesuai untuk operasional kami," jelasnya.

Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, perseroran menambah alokasi belanja modal, walaupun enggan memperinci nominalnya.

BBRM sendiri menggelar paparan publik insidentil karena kenaikan harga saham yang signifikan hingga akhirnya disuspensi. Dalam sebulan terakhir, harga BBRM telah meroket 105,05 persen ke harga Rp244.

Kendati harga saham melejit, perseroan menyatakan belum akan menggelar aksi korporasi apa pun dalam waktu dekat. "Kami mungkin perlu melakukan itu di masa depan jika ada investasi lebih lanjut yang dibutuhkan, karena saat ini neraca keuangan kami sangat kuat. Kami juga memiliki dukungan dari fasilitas perbankan," kata Liely.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Business

See More

Perluas Pasar Galangan, SOCI Bidik Rakit hingga 30 Unit Kapal di 2026

08 Jan 2026, 16:39 WIBBusiness