BUSINESS

Riset Tiket.com: Pemilu 2024 Beri Peluang Baik Bagi Sektor Pariwisata

Kampanye Pemilu 2024 hadirkan pergerakan dinamis ke daerah.

Riset Tiket.com: Pemilu 2024 Beri Peluang Baik Bagi Sektor PariwisataWebinar Nasional Kolaborasi tiket.com dan Kemenparekraf soal Kebangkitan Pariwisata Indonesia, Rabu (14/12). (dok. tiket.com)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

14 December 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Platform Online Travel Agent (OTA), Tiket.com, memperkirakan momentum pemilihan umum (pemilu) 2024, akan menjadi sentimen positif bagi pertumbuhan industri Pariwisata Indonesia. 

Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, momentum positif ini perlu diantisipasi. “Hal ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi industri pariwisata karena adanya kampanye dan pergerakan yang lebih dinamis ke daerah-daerah di Indonesia,” ujarnya dalam webinar ‘Tourism Industry Roadmap in 2024-2029; Challenges and Potential of Sustainable of Tourism, Rabu (13/12).

Oleh sebab itu, kata Gaery, tiket.com menggandeng Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenparekraf RI untuk memberikan pemaparan data riset tren industri pariwisata serta hasil sinergi data keduanya.

Data dan tren yang disampaikan diharapkan dapat memberikan acuan untuk mengantisipasi perubahan pola konsumen dan memberikan pandangan yang lebih mendalam terkait potensi pertumbuhan pariwisata Indonesia.

“Ditambah lagi, melihat permintaan dan minat wisata yang bergerak dengan signifikan sepanjang 2023 dan akan terus bertambah pada liburan nataru yang semakin dekat," katanya.

Untuk itu, dibutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku pariwisata dan wisatawan, untuk menjaga ekosistem wisata berjalan baik. “Menjelang periode Nataru 2023 meningkat 10 persen (transaksi di tiket.com) bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya,' katanya.

Pemilu tak akan mengganggu

Pulau Padar, Labuan Bajo. Shutterstock/Sittichai Wangngam

Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad, memprediksikan bahwa proses penyelenggaraan Pemilu tidak akan mengganggu pertumbuhan sektor pariwisata dalam negeri.

Menurutnya, tren pariwisata 2024 akan bergeser pada hiperlokal dan perjalanan wisata dengan waktu yang panjang namun berkualitas. “Wisatawan cenderung ingin menghabiskan waktu yang lebih lama saat berwisata, serta memilih destinasi domestik yang menawarkan konsep alam dan wisata hijau,” katanya.

Dari tren tersebut terlihat bahwa ada peningkatan pada quality tourism, yaitu durasi tinggal wisatawan di destinasi lebih lama sehingga menciptakan perputaran ekonomi lebih tinggi; ini terjadi di destinasi Papua, Bali, Aceh, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Adapun, tantangannya menurut dia masih berkutat pada kondisi ekonomi global, perubahan tourist behaviour, kondisi geopolitik, perubahan daya beli masyarakat, perubahan teknologi, serta green opportunity.

Hasil riset

Kedatangan perdana wisman asal Cina ke Bali, sejak pandemi Covid-19 melanda.Kedatangan perdana wisman asal Cina ke Bali, sejak pandemi Covid-19 melanda. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)