Jakarta, FORTUNE - Popularitas donat bertekstur lembut dan kenyal dari Jepang kini merambah pasar Indonesia. Merek donat asal Tokyo, I'm donut?, resmi membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (3/11). Namun, kehadirannya di Tanah Air bukan sekadar cerita tentang merek kuliner yang membuka cabang baru. Ada proses penjajakan sekitar satu tahun hingga persiapan operasional yang melibatkan pengiriman karyawan ke Jepang.
Merek yang didirikan oleh Chef Ryota Hirako pada Maret 2022 itu pertama kali berkembang dari kawasan Nakameguro, Tokyo. I'm donut? dikenal melalui konsep nama-donut, donat dengan tekstur ringan, lembut, dan kenyal yang berbeda dari donat pada umumnya. Setelah memperluas pasar ke New York, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia, merek tersebut kini memasuki Indonesia melalui Erajaya Food & Nourishment, bagian dari Erajaya Group.
CEO Erajaya Food & Nourishment, Jeremy Sim, mengatakan proses membawa I'm donut? ke Indonesia membutuhkan persiapan yang tidak singkat. Penjajakan hingga pembukaan gerai pertama memakan waktu kurang lebih satu tahun. "Persiapannya lumayan lama, prosesnya bertahap," ujar Jeremy saat ditemui dalam pembukaan gerai I'm donut? di Plaza Indonesia, Selasa (3/11/2026).
Sebelum menentukan merek yang akan dibawa ke Indonesia, Erajaya terlebih dahulu menjajaki sejumlah produk kuliner di pasar asalnya. Keputusan memilih I'm donut? antara lain didasarkan pada karakter produk yang dinilai berbeda, terutama dari segi tekstur dan rasa. Jeremy mengatakan, perusahaan tidak semata-mata mempertimbangkan popularitas sebuah merek. Kualitas produk menjadi pertimbangan utama, disusul kemampuan merek menghadirkan inovasi dan menyesuaikan diri dengan selera konsumen lokal.
"Pertama kali kita sendiri sangat suka. Rasanya beda ya dan donatnya lembut tapi chewy. Manisnya enggak terlalu manis. Jadi, kalau makan satu rasanya enggak cukup. Ini kayaknya bolehlah orang Indonesia pasti suka. Jadi, agak premium dikit tapi harganya masih terjangkau gitu," tuturnya.
Menurut Jeremy, kekuatan produk menjadi faktor penting bagi keberlanjutan bisnis kuliner yang membawa merek dari luar negeri. Desain gerai dan konsep merek dapat berubah mengikuti perkembangan pasar, tetapi kualitas makanan harus tetap dijaga.
"Produk itu paling utama ya. Konsep brand design toko itu hanya sementara, yang paling penting produknya harus enak. Kalau produknya cocok dengan selera orang Indonesia, maka itu akan bagus. Kedua, inovasi. Produk harus selalu berinovasi," ujarnya.
Persiapan masuk ke pasar Indonesia tidak hanya menyangkut pemilihan lokasi dan pengembangan menu. Erajaya juga menyiapkan sumber daya manusia agar proses produksi dan penyajian di gerai lokal tetap mengikuti standar yang diterapkan di Jepang. Jeremy mengatakan, perusahaan mengirim sejumlah karyawan ke Jepang untuk mengikuti pelatihan selama lebih dari satu bulan. Setelah kembali ke Indonesia, mereka melanjutkan proses pelatihan bagi tim operasional lokal. Pengalaman langsung di Jepang diperlukan agar karyawan tidak hanya mempelajari teknik produksi, tetapi juga memahami budaya dan standar kerja yang melatarbelakangi produk tersebut.
"Ada beberapa orang yang berangkat ke Jepang selama sebulan lebih untuk training di sana. Dan setelah itu, kita training lagi di sini," ujarnya.