Comscore Tracker
BUSINESS

Apa Itu Dropship dan Bagaimana Cara Menjadi Dropshipper?

Ini serba serbi bisnis dropship dan menjadi dropshipper.

Apa Itu Dropship dan Bagaimana Cara Menjadi Dropshipper?ilustrasi dropshipper (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Peluang bisnis dropship masih terbuka lebar. Tak heran model bisnis ini begitu diminati sebab siapa saja bisa menjadi dropshipper tanpa modal besar. Adapun skema bisnis dropship dengan modal dan risiko minimal menjadi salah satu opsi bisnis online, maka tak mengherankan siapa saja bisa menjadi dropshipper asalkan memahami e-commerce dan gigih mempromosikan produk.

Lalu, apa itu dropshipper? Pelaku bisnis dropship dikenal dengan sebutan dropshipper. Arti dropship adalah jenis bisnis di mana produk yang dijual tidak menyimpan stok, tetapi dibeli langsung dari pihak ketiga, baik produsen maupun distributor besar, dan dikirimkan langsung kepada konsumen.

Mengutip majoo.id, Jumat (19/8), dropshipper adalah seseorang yang menjual produk milik pihak lain, tanpa harus menyetok dan mengirimkan pesanan sebab proses pengiriman dilakukan oleh pihak ketiga, yaitu produsen atau pemasok besar. Artinya, hanya bertugas membuka toko online dan mempromosikan produk. Sementara itu, proses produksi, pengemasan, sampai pengiriman akan diselesaikan oleh pihak produsen. 

Cara kerja yang sederhana membuat banyak orang tertarik untuk menjadi dropshipper. Dibandingkan metode bisnis lain. Apa saja keuntungan menjalankan bisnis dropship?

Bisnis dropship tidak membutuhkan modal besar

Dropship tidak memberikan syarat pembelian produk di awal sebagai stok. Oleh karena itu, bisnis ini bisa dimulai dengan nominal berapa pun yang dimiliki. 

Pembelian akan dilakukan hanya ketika sudah ada permintaan dari konsumen. Itu pun biasanya pembeli disyaratkan untuk melunasi transaksi terlebih dahulu sebelum permintaan diproses.

Berbicara pengelolaan produk atau pengiriman, seperti yang sudah diketahui, sepenuhnya ditanggung oleh pihak pemilik produk. Jadi, modal yang dibutuhkan sebagai dropshipper memang sangat minimal.

Dropship minim risiko

Jika Anda menyimpan stok, maka ada risiko produk tidak diminati pasar. Sebagai contoh, akibat adanya perubahan tren pasar.  Kalaupun produk diterima dengan baik oleh pasar, tetap harus menanggung risiko adanya kerusakan stok produk yang akan dijual. 

Seorang dropshipper tidak tentu tidak berisiko besar dan tak mengalami hal ini karena tidak perlu membeli produk di awal. Dengan kata lain, risiko yang dihadapi dalam bisnis dropship relatif rendah.

Dropship tidak membutuhkan gudang dan sistem sederhana

Berhubung dalam bisnis dropship tidak perlu membeli stok produk, Anda tidak harus menyiapkan gudang penyimpanan. Tidak ada gudang penyimpanan berarti tidak perlu ada staf ataupun sistem untuk mengelola inventori. Secara tidak langsung, hal ini juga menekan biaya operasional.

Mengelola bisnis pun tidaklah mudah. Namun, membangun bisnis dropship tak harus membuat sistem bisnis yang rumit. Asalkan Anda dapat memilih partner bisnis yang tepat dengan sistem yang sudah berjalan, bisnis dropship cenderung berkembang. Sebagai dropshipper, Anda perlu jeli melihat peluang produk tertentu yang populer dan diminati pasar. Selain itu, tentu Anda perlu mempunyai selling skill yang baik.

Bisnis dropship tidak terbatas tempat dan waktu

Layaknya berbagai bisnis online lain, usaha dropship juga dapat dikelola dari mana saja. Asalkan terdapat jaringan internet, Anda selalu bisa melayani permintaan pelanggan.  Di samping itu, berbeda dengan toko offline, Anda tidak terikat jam operasional buka toko. Anda dapat lebih fleksibel mengelola toko online, terlebih jika terdapat fitur notifikasi serta tracking.

Selain itu, Anda dapat leluasa menjual beragam produk. Anda bisa saja menjual produk perlengkapan bayi sampai produk elektronik. Namun, tetap perlu mempertimbangkan strategi bisnis serta kepercayaan pembeli. 

Tips menjadi dropshipper yang sukses

Dalam bisnis dropship, marketing serta customer service yang baik merupakan kunci. Bila Anda termasuk orang yang kreatif dan senang berinteraksi dengan orang lain, seharusnya hal ini bukanlah persoalan. Sebaliknya, justru kegiatan bisnis dropshipping mungkin akan terasa menyenangkan. Bagaimana menjadi dropshipper yang sukses?

  • Cari produk serta supplier yang tepat

Bisa dikatakan, produk serta supplier yang tepat merupakan syarat jika ingin bisnis dropship maju. Produk yang tepat akan memungkinkan Anda menjangkau banyak konsumen sebab produknya diminati.

Ada pula beberapa poin yang dapat Anda pertimbangkan, seperti memilih produk yang memiliki satu niche, mencari produk yang tahan lama, dan mengutamakan produk dengan permintaan tinggi. Selain itu, pastikan Anda dapat menjaga hubungan baik dengan pemasok agar bisnis selalu lancar.

  • Memiliki nilai jual yang unik

Tidak sedikit pemilik usaha yang percaya bahwa menjual produk via dropship dengan harga murah merupakan jaminan produk akan laris manis di pasaran. Padahal, hal ini tidak selalu benar.

Dalam jangka panjang, strategi bisnis dengan membanting harga produk hanya akan menyulitkan Anda. Alasannya, Anda akan harus menjaring konsumen lebih banyak.

  • Lakukan branding

Branding dan bisnis ibarat dua hal yang saling berikatan, tidak bisa dipisahkan. Berkat branding, sebuah bisnis akan diingat oleh konsumen. Branding pula yang membuat bisnis bisa menarik pelanggan dan terlihat berbeda dari bisnis lainnya. Branding juga merupakan salah satu cara menjadi dropshipper yang sukses. Tanpa adanya pembentukan citra brand, bisnis dropship Anda akan mudah dilupakan.

Setelah mengetahui apa itu dropship dan bagaimana cara menjadi dropshipper, maka ini kesempatan Anda memulai dan memasarkan produk secara optimal. Agar semakin sukses, pelajari juga aspek-aspek pemasaran secara mendalam.

Related Articles