BUSINESS

East Ventures Suntik Modal ke Startup Kesehatan Aevice Health

Mengembangkan pelayanan kesehatan pernapasan secara global.

East Ventures Suntik Modal ke Startup Kesehatan Aevice HealthPendiri Aevice Health/Dok. East Ventures

by Desy Yuliastuti

24 July 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Aevice Health, penyedia alat monitor pernapasan (remote respiratory) yang bermanfaat untuk berbagai layanan kesehatan di Singapura, mengumumkan telah meraih pendanaan dengan nominal yang tidak disebutkan dari East Ventures.

Perolehan dana ini akan digunakan untuk memperluas akses ke layanan unggulan Aevice Health, yaitu AeviceMD Monitoring System bagi jutaan pasien penyakit pernapasan kronis di Asia Tenggara.

Terkait pendanaan ini, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan pihaknya menyambut Aevice Health ke dalam ekosistem East Ventures dan Aevice Health diyakini memiliki potensi untuk mengembangkan pelayanan kesehatan pernapasan secara global.

"Kami berharap kita dapat bersama-sama mentranformasikan  perawatan kesehatan dan memberikan perawatan yang dapat dipersonalisasi dan efektif untuk pasien di seluruh dunia," kata Willson dalam keterangan resmi, Senin (24/7).

Pengumuman pendanaan ini disusul dengan dua pencapaian penting AeviceMD. Minggu lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan izin untuk solusi Aevice Health menjadi perangkat medis Kelas II. Pada bulan Maret, Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HSA) memberikan izin edar pertama untuk AeviceMD di pasar Singapura. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memasarkan dan menyediakan platform pemantauan pernapasan di pasar-pasar utama ini. Aevice Health akan bekerja sama dengan East Ventures dan para mitranya untuk menghadirkan solusi baru ke Asia Tenggara.

Misi menghadirkan solusi menanggulangi PPOK

Diperkirakan lebih dari 7 persen populasi atau sekitar 48,5 juta orang di Asia Tenggara menderita Chronic Respiratory Disease dengan asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sebagai penyakit pernapasan kronis yang paling umum. Di Indonesia sendiri, lebih dari 4,5 persen populasi atau 11,2 juta orang menderita asma dan 4,8 juta menderita PPOK. Lembaga-lembaga yang berwenang telah mengantisipasi terjadinya penyakit pernapasan yang lebih buruk selama periode kabut asap atau kebakaran hutan. 

Belakangan ini, banyak negara di Asia Tenggara yang telah mengambil tindakan proaktif dalam menangani penyakit kronis. Misalnya, Indonesia telah menginisiasi program percobaan yang membekali para pengguna dengan perangkat yang dapat dikenakan untuk memantau kesehatan mereka dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Visi AeviceMD adalah untuk menjadi termometer klinis pada umumnya, tetapi dengan fokus pada kesehatan pernapasan. Misi perusahaan Aevice Health adalah menjadikan platform AeviceMD sebagai solusi yang terjangkau dan mudah diakses untuk pasien dari segala usia, serta memungkinkan pengelolaan kondisi pernapasan yang lancar dari kenyamanan rumah mereka.

“Penyakit pernapasan kronis merupakan area signifikan yang belum banyak dimanfaatkan peluangnya oleh penyedia layanan kesehatan di pasar Asia Tenggara. Dengan dukungan kuat dan juga jaringan yang luas dari East Ventures, kami siap untuk menghadirkan solusi transformatif dalam mengatasi permasalahan ini di wilayah Asia Tenggara,” kata Chief Executive Officer Aevice Health, Adrian Ang.

Aevice Health didirikan pada tahun 2018 oleh Adrian Ang, Dr. Rex Tan, dan Dr. Ser Wee. Perusahaan ini mengembangkan solusi inovatif seperti AeviceMD Monitoring System yang menyediakan platform manajemen pasien komprehensif yang ditargetkan untuk manajemen penyakit pernapasan kronis. Dengan algoritme eksklusif yang canggih, AeviceMD Monitoring System terus memantau biomarker pasien yang diperoleh dari stetoskop pintar yang dapat dikenakan dengan mudah (wearable stethoscope). Pasien yang berisiko mengalami perburukan gejala pernapasan yang akut dapat diidentifikasi secara dini untuk mencegah rawat inap atau rujukan ke unit gawat darurat.