BUSINESS

JP Morgan Ingatkan AS: Cina Hampir Memonopoli Mineral Penting

Cina kini penambang mineral penting terbesar di dunia.

JP Morgan Ingatkan AS: Cina Hampir Memonopoli Mineral PentingIlustrasi: perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. (Dok.123RF)
11 June 2024

Fortune Recap

  • JPMorgan memperingatkan AS tentang dominasi Cina dalam penambangan bahan mentah penting untuk semikonduktor dan teknologi.
  • Presiden Biden memberlakukan tarif bea masuk baru terhadap produk Cina senilai US$18 miliar, meningkatkan ketegangan perang dagang.
  • Pada 2022, Cina menguasai 68% produksi mineral tanah jarang dan 70% produksi grafit global, menimbulkan kekhawatiran ketergantungan industri AS.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNEJPMorgan mewanti-wanti Amerika Serikat (AS) bahwa Cina “hampir memonopoli” penambangan banyak bahan mentah penting bagi produksi semikonduktor dan teknologi lainnya. 

Sebelumnya, Presiden AS, Joe Biden, menunjukkan kekhawatirannya dalam kompetisi industri dengan Cina menyusul pemberlakuan tarif bea masuk terbaru untuk produk sel surya, kendaraan listrik, baterai, baja, aluminium, hingga peralatan medis.

“Pengumuman tarif terbaru pemerintahan Biden terhadap impor Cina senilai US$18 miliar telah meningkatkan perdebatan mengenai apakah dominasi Cina dalam rantai pasokan mineral penting akan muncul sebagai medan pertempuran terbaru untuk persaingan strategis AS–Cina,” demikian keterangan Direktur Eksekutif urusan Penelitian Strategis JPMorgan, Amy Ho, dan Kepala Penelitian Global, Joyce Chang, dalam laporannya yang dikutip dari Fortune, Selasa (11/6).

Pada 2022, Cina merupakan produsen terbesar mineral tanah jarang yang menguasai 68 persen dari total produksi global. Hasil tambang itu biasanya berguna untuk membuat, di antaranya, baterai dan magnet.

Bahkan, Cina telah menguasai 70 produksi grafit global yang biasa digunakan untuk pelumas, motor listrik, dan reaktor nuklir.

Dalam laporan JPMorgan, Cina memang mendominasi dalam kemampuan mengolah barang hasil tambang.

Pada 2022, Cina telah memproses 100 persen pasokan grafit dunia, 90 persen logam tanah jarang, dan 74 persen kobalt, yang digunakan untuk membuat baterai kendaraan listrik.

“Meningkatnya ketergantungan pada mineral penting, yang merupakan bahan baku utama bagi semikonduktor, kendaraan listrik, senjata militer, dll, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Cina dapat menggunakan dominasinya dalam rantai pasok ini untuk membalas kebijakan industri AS,” kata Amy.

Related Topics