Comscore Tracker
BUSINESS

Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Kenaikan, Ini Perinciannya

Kondisi ini pun memengaruhi penetapan HPE hasil tambang.

Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Kenaikan, Ini PerinciannyaShutterstock/Evgeny Haritonov

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Harga beberapa komoditas pertambangan hingga periode akhir November 2021 menunjukkan tren serupa dengan bulan lalu: yang naik terus naik, yang turun tetap turun.

Sebagian komoditas lain mengalami fluktuasi. “Hal ini  dipengaruhi  adanya  variasi  tren permintaan terhadap produk  pertambangan,” kata plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, dalam keterangan yang dikutip Kamis (2/12).

Kondisi tersebut pun berpengaruh pada penetapan harga patokan ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Desember 2021. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 67 Tahun 2021 pada 26 November 2021.

Dibandingkan periode sebelumnya, kata Wisnu, harga komoditas konsentrat seng, konsetrat ilmenit, dan konsentrat rutil terus naik menyusul peningkatan permintaan dunia. Harga konsentrat tembaga dan konsentrat timbal yang periode lalu mengalami penurunan pun kini naik. 

Sementara itu, komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, dan konsentrat pasir besi juga terus mengalami penurunan harga akibat turunnya permintaan. Komoditas bauksit cuci (washed bauxite) kini juga turun harga ketimbang periode sebelumnya. Sedangkan, pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan.

Detail kenaikan harga komoditas tambang

Menurut Kementerian Perdagangan, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada Desember 2021, antara lain konsentrat tembaga (Cu 15 persen) - US$3.473,45/WE atau naik 3,77 persen; konsentrat mangan (Mn 49 persen) - US$ 215,49/WE atau naik 0,87 persen; konsentrat timbal (Pb 56 persen) - US$999,47/WE atau naik 8,83 persen; konsentrat seng (Zn 51 persen) - US$979,58/WE atau naik 5,17 persen; konsentrat ilmenit (TiO2 45 persen) - US$471,74/WE atau naik 2,68 persen; dan konsentrat rutil (TiO2 90 persen) - US$1.347,09/WE atau naik 6,21 persen.

Produk yang turun harga dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe 62 persen dan 1 persen TiO2) - US$89,78/WEatau turun 9,44 persen; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar Fe 50 persen dan Al2O3+ SiO2 10 persen - US$45,88/WE atau turun 9,44 persen; konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe 56 persen) - US$53,61/WE atau turun 9,44 persen; dan bauksit cuci (washed bauxite) (Al2O3 42 persen) - US$36,58/WE atau turun 8,60 persen; pelet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe 54) - US$ 117,98/WE atau tidak berubah.

Penetapan HPE juga mengacu pada bursa komoditas

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan, perhitungan harga dasar HPE untuk konsentrat tembaga, pelet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Sebagai informasi, sejumlah produk pertambangan yang dikenai BK meliputi konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pelet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit dicuci.

Penetapan HPE periode Desember 2021, seperti halnya HPE sebelumnya, dilakukan berdasarkan masukan tertulis dan hasil rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, kata Wisnu.

Related Articles