BUSINESS

Pabrik Daikin Senilai Rp3,3 Triliun di Cikarang Beroperasi 2024

Produksi pada tahun pertama beroperasi 500.000 unit.

Pabrik Daikin Senilai Rp3,3 Triliun di Cikarang Beroperasi 2024Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia & PT Daikin Industries Indonesia Budi Mulia saat konferensi pers di Menara Astra, Jakarta, Rabu (6/9). (EKO WAHYUDI/Fortune Indonesia)

by Eko Wahyudi

06 September 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE -  PT. Daikin Industries Indonesia telah merealisasikan investasinya di Indonesia dengan membangun fasilitas produksi pendingin ruangan tahap I senilai Rp 3,3 triliun.

Pabrik yang berlokasi di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, itu dirancang memiliki kapasitas produksi penuh mencapai 1,5 juta unit setiap tahun, dan ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2024.

"Pabrik tersebut dijadwalkan memulai produksi perdananya pada Desember 2024 mendatang. Produksi tahun pertama pabrik Daikin ini akan ada di kisaran 500.000 unit," kata Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia & PT Daikin Industries Indonesia, Budi Mulia, saat konferensi pers di Menara Astra, Jakarta, Rabu (6/9).

Pembangunan fase pertama fasilitas produksi ini bakal mencapai luas 47.000 meter persegi. Sedangkan pembangunan pabrik fase dua akan mencapai luas 53.000 meter persegi dengan estimasi investasi mencapai Rp2,7 triliun.

Sementara, total lahan yang tersedia untuk membangun mencapai 204.000 meter persegi.

Potensi pasar pendingin ruangan

Menurut dia, pasar AC di Indonesia masih sangat besar, karena penetrasi pasar AC masih di bawah 10 persen dari total populasi.

Terlebih lagi, Indonesia memiliki 72 juta rumah tangga, dan diprediksi pada 2025 baru 3,5 juta keluarga yang menggunakan pendingin ruangan.

"Potensi untuk penetrasi pasar Daikin di Indonesia masih sangat besar," ujarnya.

Dalam operasionalnya nanti pabrik Daikin akan mengadopsi teknologi canggih terkini, termasuk pemanfaatan IoT (internet of things) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence – AI).

"Hal ini tentu bermanfaat bagi pengayaan SDM kita tentang know-how manufaktur yang fully digital nantinya. Pabrik ini nantinya hanya akan memproduksi AC inverter yang hemat listrik dengan refrigeran R32 yang lebih ramah lingkungan," kata Budi.

Selain dari sisi investasi dan penciptaan 2.500 peluang kerja baru, pendirian pabrik Daikin juga berpotensi memberikan kontribusi pada peningkatan nilai ekspor. Sebab, selain untuk memenuhi permintaan pasar domestik, pabrik baru Daikin juga bakal ditujukan untuk ekspor.

Pabrik tersebut ditargetkan untuk memenuhi pasar ekspor pada akhir 2025, ketika kapasitas produksinya mencapai 1,5 juta set AC.