BUSINESS

Penghematan Nike Berdampak pada PHK Karyawan Converse

Converse dinilai lambat mengadopsi tren anak muda.

Penghematan Nike Berdampak pada PHK Karyawan Converseilustrasi sepatu Converse Fastbreak’s Michael Jordan (sneakerfiles.com/ Brian Betschart)
16 May 2024

Fortune Recap

  • Converse, anak perusahaan Nike, memecat 2% karyawannya akibat penghematan biaya US$2 miliar.
  • Pendapatan Converse turun hampir 20% menjadi US$495 juta pada kuartal ketiga.
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNEConverse, anak perusahaan terbaru Nike, merasakan dampak dari rencana penghematan biaya besar-besaran hingga US$2 miliar yang ditempuh perusahaan induknya. Setidaknya, dua persen dari total karyawannya akan menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Laman Fortune memberitakan, Rabu (16/5), bahwa manajemen Converse perlu mengambil langkah ini untuk keberlanjutan bisnisnya pada masa mendatang.

“Ada penyelerasan kembali pada beberapa tim kami demi mengoptimalkan cara kami bekerja untuk mendukung peluang pertumbuhan terbesar kami,” demikian keterangan perusahaan itu.

Pemangkasan pegawai yang dilakukan Converse terjadi setelah Nike mengumumkan hal serupa di kantor pusatnya yang dimulai pada Februari lalu, dan akan berdampak pada 740 pekerjanya hingga akhir Juni depan.

Pada Desember tahun lalu, Nike mengumumkan rencana penghematan biaya melalui pengurangan tenaga kerja, pengetatan pasokan, peningkatan penggunaan otomatisasi, dan restrukturisasi manajemen.

Direktur Keuangan Nike, Matt Friend, mengatakan perlambatan daya beli konsumen menjadi penyebab bagi perubahan strategi perusahaan. Perlambatan tersebut tersirat dalam laporan kinerja perusahaan kuartal I-2024 yang hanya menunjukkan pertumbuhan 1 persen menjadi US$13,4 miliar—dibandikan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Kendati punya pasar sangat besar di Amerika Serikat, Nike harus bersusah payah menjalani persaingan ketat pada Industri Alas Kaki.

Friend mengatakan konsumen dunia saat ini tengah menerapkan sikap berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

“Kami tahu dalam lingkungan seperti ini, ketika konsumen berada di bawah tekanan dan aktivitas promosi lebih tinggi, hal-hal baru dan inovasilah yang menyebabkan konsumen bertindak,” ujarnya.

Meskipun sepenuhnya dimiliki oleh Nike, Converse memiliki pemasaran, pengembangan, dan rantai pasokan sendiri yang beroperasi secara terpisah dari induknya. Namun, bukan berarti Converse tidak berkontribusi terhadap permasalahan yang dihadapi Nike.

Pada laporan terbaru, Converse hanya menyumbang 5 persen dari total penjualan Nike. Pendapatan Converse merosot hampir 20 persen menjadi US$495 juta pada kuartal ketiga. Perusahaan tersebut melaporkan pendapatannya pada Maret lalu. 

Related Topics