Ekspansi di Tengah Gejolak Global, ACES Buka 80 Gerai Baru AZKO–NEKA di 2026

- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melanjutkan ekspansi dengan membuka 25–30 toko AZKO dan 40–50 toko NEKA di berbagai kota, meski menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
- Perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan mid-to-high single digit pada 2026, mengalokasikan belanja modal Rp400–450 miliar untuk ekspansi, infrastruktur operasional, dan penguatan strategi omnichannel.
- Komitmen keberlanjutan diwujudkan lewat efisiensi energi, pengelolaan limbah elektronik melalui program BISA BAIK, serta penanaman ribuan pohon guna mendukung pelestarian lingkungan.
Jakarta, FORTUNE - Emiten ritel, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) akan melanjutkan ekspansi gerai tahun ini di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak politik global saat ini. Strategi ekspansi dan penguatan merek itu dilakukan untuk menjaga relevansi dan daya saing di industri yang semakin dinamis.
Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan pembukaan 25 hingga 30 toko AZKO di Indonesia, khususnya di kota lapis kedua dan ketiga. Perusahaan juga akan menambah 40–50 toko NEKA di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami juga akan terus menghadirkan produk inovatif yang relevan seperti kategori smart home dan smart kitchen, serta melanjutkan program rejuvenasi toko eksisting, seperti di AZKO Living World Alam Sutera, AZKO Kelapa Gading, AZKO Pondok Indah Mall 1 dan AZKO Living Plaza Bintaro, untuk meningkatkan pengalaman berbelanja,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4).
Sejalan dengan strategi tersebut, ACES menargetkan pertumbuhan penjualan di kisaran mid-to-high single digit pada 2026. Perseroan juga akana mengalokasikan belanja modal (CapEx) sebesar Rp400–450 miliar yang akan difokuskan pada ekspansi serta penguatan infrastruktur operasional.
Strategi omnichannel juga terus diperkuat, didukung oleh dua studio live streaming di AZKO Living Plaza Bintaro dan AZKO Living World Alam Sutera, guna meningkatkan interaksi dengan pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan melalui kanal digital.
Sepanjang tahun 2025, perseroan telah melakukan pembukaan 27 toko baru AZKO, yang terdiri dari 13 toko di luar Pulau Jawa dan 12 toko di Pulau Jawa (luar Jakarta), sekaligus menjangkau 15 wilayah baru, seperti Palu, Pematang Siantar, Palangka Raya, Bukittinggi, Kolaka, dan wilayah paling timur di Indonesia, Abepura dan Sorong, Papua. Dengan penambahan tersebut, hingga akhir tahun 2025, perseroan mengoperasikan 265 toko AZKO yang tersebar di 90 kota di Indonesia, terdiri dari 177 toko di Pulau Jawa dan 88 toko di luar Pulau Jawa.
Di tahun yang sama, ACES juga memperluas segmentasi pasar melalui kehadiran merek NEKA, penyedia aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup dengan harga lebih terjangkau.
Inovasi strategis ini memperluas basis konsumen di wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh ritel modern khususnya di kawasan luar pusat kota, dengan tetap menjaga diferensiasi dan positioning yang jelas untuk setiap merek usaha dalam portofolio bisnis AHI. Sepanjang 2025, AHI telah membuka 10 toko NEKA yang berlokasi di wilayah Jabodetabek, Serang, hingga Pandeglang.
“Transformasi yang kami jalankan sepanjang 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat arah pertumbuhan perseroan ke depan. Ke depan, kami akan terus mendorong ekspansi, inovasi, serta penguatan kapabilitas bisnis untuk memastikan AHI tetap adaptif dan mampu menjawab dinamika kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujar Gregory.
Komitmen AHI terhadap pertumbuhan berkelanjutan diwujudkan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh operasional. Sepanjang tahun 2025, AHI menjalankan berbagai inisiatif, seperti efisiensi energi di toko, pusat distribusi serta alur distribusi, penguatan pengelolaan limbah melalui kolaborasi dengan mitra tersertifikasi, serta mendorong partisipasi pelanggan melalui program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik), yang telah diperluas ke 25 toko AZKO di 18 kota di Indonesia.
Sejak diluncurkan tahun 2023, inisiatif ini telah mengumpulkan 6,3 ton sampah elektronik, dan merupakan upaya untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi limbah elektronik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Perseroan juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui inisiatif penanaman 4.300 pohon di tiga lokasi strategis, yang diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.539 ton CO₂e berdasarkan pengukuran bersama mitra. Upaya konservasi ini juga diperluas melalui distribusi 5.200 bibit pohon kepada pelanggan di delapan kota.

















