Comscore Tracker
BUSINESS

Laba Waskita Karya di Kuartal III Naik 104% , Apa Faktor Pendorongnya?

Pemulihan ekonomi dan divestasi ruas tol untungkan Waskita.

Laba Waskita Karya di Kuartal III Naik 104% , Apa Faktor Pendorongnya?Tol Cibitung-CIlincing. Dok. Waskita Karya

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - PT Waskita Karya (Persero) Tbk membukukan laba sebesar Rp145,02 miliar atau naik104,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang Januari-September 2021. Keuntungan WSKT, kode saham emiten tersebut, sepanjang sembilan bulan pertama pada tahun ini dikontribusikan oleh pendapatan usaha sebesar Rp7,13 triliun.

Mengutip laporan keuangan, jumlah pendapatan perseroan sebenarnya turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp11,74 triliun. Tapi penurunanan beban penjualan, keuntungan selisih kurs dan kenaikan signifikan pada pendapatan lain-lain perusahaan mengerek laba bersih dan membalik kondisi keuangan Waskita tahun lalu yang mencatat rugi bersih hingga Rp3,38 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, torehan positif pada laporan keuangan kuartal III 2021 itu sejalan dengan perbaikan kinerja operasional perusahaan. Tercatat, beban penjualan menurun dari sebelumnya Rp31,2 miliar menjadi menjadi Rp27,39 miliar dan beban pajak menyusut dari sebelumnya Rp254 miliar menjadi Rp137 miliar. Kemudian pendapatan bunga perusahaan meningkat dari Rp512,9 miliar menjadi Rp733,18 miliar dan pendapatan bersih lain-lain melonjak dari sebelumnya merugi Rp402,8 triliun menjadi untung Rp3,6 triliun.

Waskita juga mendapatkan keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp178,7 juta dibandingkan kondisi tahun lalu yang rugi Rp1,26 miliar. Namun demikian, beban umum dan administrasi perusahaan tercatat meningkat menjadi Rp1,15 triliun dari sebelumnya Rp768 miliar.

"Dengan efisiensi dan efektifitas biaya yang lebih baik pada kuartal III 2021, perseroan telah berhasil menjaga kinerja laba bersih hingga September 2021 sebesar Rp145,02 miliar atau meningkat 104,29 persen yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rugi bersih sebesar Rp3,38 triliun," terangnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (22/11).

Berkah Pemulihan Ekonomi dan Penjualan Tol

Menurut Destiawan, perbaikan kinerja tersebut juga tak lepas dari membaiknya kondisi perekonomian. Hal ini tercermin dari nilai kontrak baru yang diperoleh Waskita sebesar Rp12,01 triliun atau sebanding dengan 79,44 persen nilai kontrak baru sebelum pandemi Covid-19. Pada kuartal III 2021 saja, nilai kontrak baru perseroan sebesar Rp8,89 triliun atau meningkat sebesar 94,30 persen yoy.

"Perseroan menargetkan perolehan nilai kontrak baru pada tahun 2021 sebesar Rp20,68 triliun dan sampai dengan saat ini optimis untuk dapat mencapai target tersebut pada akhir tahun dengan likuiditas yang jauh lebih baik dan struktur biaya operasional yang lebih lean," jelasnya.

Selain itu, kinerja perusahaan juga telah menunjukkan tren perbaikan melalui implementasi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita yang telah dicapai setelah periode pelaporan September 2021. Beberapa di antaranya seperti transaksi divestasi untuk ruas Tol Cibitung-Cilincing dengan proceed sebesar Rp2,44 triliun atau setara dengan 1,96 Price to Book Value (PBV) dan berpotensi mengurangi utang melalui dekonsolidasian hingga Rp5,82 triliun.

Kemudian, ada pula penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dengan Penjaminan Pemerintah sebesar Rp8,08 triliun yang akan digunakan untuk penyelesaian proyek penugasan Pemerintah dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional. "Kedua pencapaian ini akan berdampak positif dengan peningkatan likuiditas dan perbaikan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal IV 2021," terangnya.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya, Taufik Hendra Kusuma menambahkan, saat ini pemerintah juga sedang melakukan harmonisasi Rancangan Peraturan Presiden (RPP) atas Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada perseroan. Penerbitan PP PMN ini diperkirakan terlaksana di akhir November 2021.

"Setelah PP PMN terbit, pernyataan efektif OJK atas rights issue saham Waskita akan menyusul terbit. Rangkaian pelaksanaan aksi korporasi rights issue ini diharapkan dapat selesai sebelum penutupan tahun 2021. Selanjutnya di tahun 2022, Perseroan akan fokus pada penyelesaian proyek dan peningkatan nilai kontrak baru," tandasnya.

Related Articles