BUSINESS

PLN Bukukan Pendapatan Usaha Rp455 Triliun pada 2022

Penjualan listrik tahun lalu naik jadi 274 TWh.

PLN Bukukan Pendapatan Usaha Rp455 Triliun pada 2022Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril (kanan) dalam kegiatan PLN E-Mobility Day di Bali, Minggu (24/7). (ANTARAFOTO/Fikri Yusuf)
15 February 2023

Jakarta, FORTUNE - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan perusahaannya membukukan pendapatan usaha Rp455 triliun pada 2022 berkat penjualan listrik 274 Terawatt Hour (TWh), lebih tinggi 10,7 TWh atau setara Rp15,4 triliun dibandingkan target RKAP 2022 yang sebesar 263 TWh.

Penjualan listrik 2022 juga tercatat lebih tinggi 16,1 TWh atau setara Rp22,2 triliun dibandingkan penjualan listrik 2021 yang sebesar 257 TWh. 

"Yang kita perhatikan adalah PLN berhasil meningkatkan penjualan listriknya pasca pandemi, dan tentu saja melalui extra ordinary effort terutama di 2022, misalnya penjualan listrik industri besar. [Penjualan listrik] meningkat 6,3 persen dengan ekspektasi tahun lalu hanya sekitar 4,6 persen," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (15/1).

Dalam kesempatan itu pula Darmawan mengapresiasi direksi dan seluruh jajaran PLN lantaran berhasil melancarkan pemasaran yang inovatif, serta menarik pelanggan dari industri besar untuk menjadi konsumen PLN.

"Kami juga mengetuk industri yang menggunakan pembangkit sendiri apakah bisa listriknya menggunakan PLN dan ternyata jumlahnya cukup besar," katanya.

Peningkatan penjualan

Darmawan menjelaskan salah satu contoh pemasaran inovatif PLN—sebagai bagian dari strategi intensifikasi—adalah pemberian diskon dan berbagai kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan penambahan daya.

Sementara, strategi ekstensifikasi meliputi penciptaan demand listrik baru, yaitu program akuisisi captive power dan electrifying agriculture dan electrifying marine. "Termasuk kapal bersandar tadinya menggunakan diesel, saat ini sudah menggunakan listrik PLN. Kemudian kami juga bekerja sama pengembangan kawasan ekonomi khusus, kawasan industri dan juga smelter. Dampak positifnya adalah pertumbuhan demand yang sangat signifikan," katanya.

Sebelumnya, Darmawan mengatakan bahwa secara regional penjualan listrik selama 2022 meningkat di seluruh wilayah, dengan yang terpesat di Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara (Sulmapana) pada 9,34 persen atau 20,34 TWh.

Itu menjadi sinyal pertumbuhan industri di wilayah timur Indonesia yang mulai menggeliat.

Sementara, wilayah Sumatera dan Kalimantan tumbuh 6,43 persen atau 56,05 TWh dan regional Jawa, Madura dan Bali 5,78 persen atau 194,42 TWh.

Secara sektoral dan berurutan, penjualan tenaga listrik pada tarif rumah tangga pada 2022 menyumbang 42,53 persen, tarif industri 32,35 persen, bisnis 17,49 persen, tarif sosial 3,69 persen, tarif publik 3,15 persen, dan layanan multiguna, traksi, serta curah menyumbang 0,79 persen.  

"Sebuah kehormatan bagi PLN dapat menjadi bagian dalam pemulihan ekonomi nasional pascapandemi. Capaian pertumbuhan penjualan listrik pada tahun 2022 menjadi bukti nyata bahwa kita bersama berhasil menjaga stabilitas di tengah kondisi pandemi dan geopolitik global yang tidak menentu,” ujar Darmawan. 

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.