Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konferensi pers IHG Hotels & Resorts, Rabu (4/11). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
  • IHG menyiapkan 13 hotel baru dengan 2.494 kamar di Indonesia, memperluas jaringan dari 35 hotel yang kini tersebar di 11 destinasi.
  • Ekspansi membidik Bali, Lombok, Medan, Yogyakarta, Puncak, dan destinasi berkembang, didorong pertumbuhan kunjungan wisata serta peningkatan konektivitas dan infrastruktur.
  • Sekitar tiga perempat pipeline IHG berada di segmen luxury dan lifestyle; Kimpton Suntaya Bali Ubud berkonsep wellness dijadwalkan dibuka akhir 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - IHSG Hotels & Resorts (IHG) akan menambah 13 hotel baru dengan 2.494 kamar dalam pipeline ekspansinya di Indonesia. Perluasan jaringan itu akan membidik destinasi wisata utama Bali dan super prioritas, seperti Lombok.

Saat ni, IHG mengoperasikan 35 hotel dengan total 7.096 kamar di Indonesia. Jaringan hotel berbagai merek dalam ekosistem IHG mencakup 11 destinasi wisata, yaitu Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, Semarang, Batam, Bintan, Lampung, Labuan Bajo, Cikarang, dan Kalimantan Selatan.

IHG berniat memperluas jaringannya ke Medan, Yogyakarta, Puncak, dan Lombok. "Kami melihat daya tarik yang semakin besar pada lima destinasi super prioritas beserta kota yang menjadi jalan masuk, termasuk Medan, Yogyakarta, Lombok, Manado, dan Labuan Bajo, serta destinasi baru dan berkembang seperti Puncak, Bogor, Lampung, dan Belitung," kata Managing Director, Southeast Asia & Korea, IHG, Vivek Bhalla di Jakarta, Rabu (4/11).

Rencana ekspansi itu didukung oleh peluang pertumbuhan pariwisata di kawasan Asia Pasifik, yang terefleksi pada jumlah kunjungan. Sebanyak 91 persen pertumbuhan kunjungan wisatawan ke kawasan ini berasal dari perjalanan antarnegara di dalam kawasan Asia Pasifik. Bagi IHG, 5 dari 10 wisatawan utama di kawasan ini berasal dari Australia, Malaysia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

IHG menilai tren itu membuka peluang besar bagi Indonesia. Peningkatan infrastruktur dan konektivitas transportasi dapat membuka akses ke lebih banyak destinasi, seiring meningkatnya minat wisatawan untuk mencari pengalaman yang unik dan autentik.

"Pertumbuhan pariwisata kini semakin bergerak ke kawasan Timur, dan Indonesia memiliki berbagai potensi untuk mendapatkan manfaat dari perubahan ini," ujar Vivek.

Sejak Januari hingga Agustus 2026, Indonesia mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara, naik 5,3 persen (YoY). Sementara perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842 juta perjalanan, tumbuh 4,2 persen (YoY) dan menjadi capaian tertinggi untuk periode tersebut sejak 2019.

Industri perhotelan juga menunjukkan perkembangan positif. Data pasar hotel Indonesia menurut CoStar hingga 30 September 2026 melaporkan, hotel-hotel di Indonesia mencatat rata-rata tarif harian (average daily rate/ADR) sebesar US$78, naik 12,3 persen (YoY). Pendapatan per kamar tersedia (revenue per available room/RevPAR) mencapai US$47, meningkat 9,8 persen, dengan tingkat okupansi hotel sekitar 60 persen.

Selain ekspansi jaringan, IHG pun menghadirkan berbagai merek dalam portofolionya, dari segmen luxury, premium, dan mainstream. Sekitar 70 persen hotel yang IHG kelola merupakan hotel mainstream, sedangkan 30 persennya gabungan dari luxury dan lifestyle.

Segmen luxury dan lifestyle juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan IHG di Indonesia. Sekitar tigaperempat hotel dalam pipeline pengembangan IHG berada di segmen ini, dengan brand seperti Six Senses, Regent, InterContinental, Kimpton, Vignette Collection, dan Hotel Indigo.

Salah satu pembukaan merek teranyar IHG adalah Kimpton Suntaya Bali Ubud, yang dijadwalkan dibuka pada akhir 2026. Hotel ini akan menghadirkan konsep wellness.

Vivek mengatakan, kini para wisatawan mencari lebih dari sekadar tempat menginap, tapi juga yang memberikan pengalaman yang erat dengan destinasi. Baik dari segi budaya, kuliner, alam, maupun wellness.

"Keberagaman ini juga membuka ruang bagi kami untuk berkembang di berbagai segmen. Mulai dari Holiday Inn Express hingga Hotel Indigo dan berbagai brand luxury & lifestyle kami," ujar Vivek.

Curated For You

Editorial Team

Related Article