Jakarta, FORTUNE — Peritel fesyen asal Jepang, Fast Retailing Co. Ltd., pemilik dan perusahaan induk Uniqlo, menaikkan proyeksi kinerja tahunannya setelah mencatat lonjakan laba kuartalan melampaui ekspektasi analis. Kenaikan kinerja keuangan ini terjadi seiring dengan menguatnya penjualan dan ekspansi Uniqlo di pasar internasional.
Dilansir dari Reuters, dalam laporan keuangan yang dirilis Kamis (9/4), Fast Retailing melaporkan laba kenaikan operasional 29,4 persen menjadi 189,8 miliar yen (sekitar US$1,19 miliar) pada periode tiga bulan yang berakhir Februari 2026. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan mencatat laba operasional 146,7 miliar yen.
Capaian tersebut melampaui konsensus analis yang memperkirakan laba operasional sebesar 161,6 miliar yen.
Sejalan dengan kinerja tersebut, perusahaan menaikkan proyeksi laba operasional tahunan menjadi 700 miliar yen, dari sebelumnya 650 miliar yen, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan mencatat rekor laba untuk lima tahun berturut-turut.
Kinerja positif Fast Retailing dalam beberapa tahun terakhir ditopang oleh ekspansi agresif di Amerika Utara dan Eropa.
Perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan di kedua wilayah tersebut mencapai 30 hingga 50 persen per tahun sejak 2022. Dalam jangka menengah, pendapatan dari masing-masing wilayah ditargetkan meningkat hingga 3 triliun yen per tahun, jauh di atas posisi saat ini yang masih berada di kisaran ratusan miliar yen.
Saat ini, Uniqlo telah mengoperasikan lebih dari 2.500 toko di seluruh dunia, berkembang dari satu toko di Hiroshima pada 1984. Cina saat ini merupakan pasar luar negeri terbesar, dengan hampir 900 gerai, meski pertumbuhannya mulai melambat.
