Jakarta, FORTUNE — Kemitraan industri susu Amerika Serikat dan Indonesia memberikan dampak bisnis bagi sektor peternakan sapi perah nasional. Melalui program U.S.–Indonesia Dairy Partnership (USIDP), peternak yang mengikuti pelatihan mencatat rata-rata kenaikan produksi susu harian sebesar 32,5 persen sepanjang 2025.
Peningkatan produktivitas tersebut menjadi indikator bahwa transfer pengetahuan, teknologi, dan praktik peternakan modern mampu membantu memperkuat pasokan susu domestik yang selama ini masih menghadapi tantangan rendahnya produktivitas dan tingginya ketergantungan terhadap impor.
Sejak diluncurkan pada November 2024, USIDP telah menjalankan 54 sesi pelatihan di delapan lokasi dan menjangkau sekitar 500 peternak sapi perah. Selain itu, program tersebut juga melatih 100 teknisi persusuan yang diharapkan dapat memperluas adopsi praktik peternakan modern di berbagai daerah.
President dan CEO U.S. Dairy Export Council (USDEC), Krysta Harden, mengatakan kemitraan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produktivitas peternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Menurut Harden, peningkatan produksi susu lokal merupakan langkah penting dalam memperkuat rantai pasok industri persusuan nasional sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis yang tengah dijalankan pemerintah.
Dari perspektif industri, peningkatan produktivitas hingga lebih dari 30 persen membuka peluang bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan, memperbaiki efisiensi usaha, serta meningkatkan kualitas susu yang dihasilkan. Di sisi lain, industri pengolahan susu memperoleh pasokan bahan baku yang lebih stabil dari dalam negeri.
Mengusung tema “Dairy for Growth: Empowering Farmers, Nourishing Communities”, konferensi tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam mempercepat modernisasi sektor persusuan Indonesia. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas susu, dan praktik manajemen peternakan.
Program ini melibatkan berbagai institusi akademik dan lembaga persusuan dari Amerika Serikat, termasuk Departemen Pertanian New Mexico, New Mexico State University, Departemen Pertanian Wisconsin, serta Universitas Wisconsin, yang berbagi pengalaman dalam pengembangan industri susu berkelanjutan.
Ke depan, USDEC akan memperluas jangkauan program agar peningkatan produktivitas dapat dirasakan oleh lebih banyak peternak di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing industri persusuan nasional sekaligus mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan produksi susu dalam negeri.
