Darya-Varia Bidik Pertumbuhan Hingga 9%, Perkuat Inovasi dan MedTech

- Darya-Varia menargetkan pertumbuhan pendapatan 7–9% pada 2026 setelah mencatat kenaikan 6,9% di 2025 dengan total pendapatan Rp2,23 triliun, melampaui rata-rata industri farmasi nasional.
- Segmen consumer health menjadi kontributor utama dengan Rp1,26 triliun atau 57% dari total pendapatan, sementara ekspor dan toll manufacturing tumbuh signifikan hingga 27%.
- Perusahaan memperkuat inovasi lewat peluncuran produk baru dan ekspansi ke sektor MedTech melalui DiViLab berbasis IoT dan AI untuk mendukung transformasi menuju solusi kesehatan terintegrasi.
Jakarta, FORTUNE – PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7–9 persen pada 2026 setelah membukukan kinerja positif sepanjang tahun lalu. Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan mengandalkan inovasi produk, penguatan kapasitas manufaktur, serta ekspansi bisnis ke sektor teknologi kesehatan.
Sepanjang 2025, perusahaan farmasi dan kesehatan konsumen tersebut mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun, meningkat 6,9 persen dibandingkan Rp2,09 triliun pada 2024. Pertumbuhan itu sejalan dengan target yang telah ditetapkan perusahaan sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan industri farmasi nasional.
Presiden Direktur Darya-Varia, Ian Kloer, mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perseroan yang telah berkiprah selama 50 tahun di industri farmasi Indonesia. Menurutnya, perusahaan berada pada posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan melalui strategi yang berfokus pada produk bernilai tambah, efisiensi operasional, penguatan manufaktur, dan perluasan pasar.
“Lima dekade perjalanan ini bukan hanya menjadi refleksi atas pencapaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi perseroan untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya secara berkelanjutan. Berangkat dari fondasi manufaktur yang kuat, kita bertransformasi menjadi integrated healthcare solution company, tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga solusi kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (22/6).
Ian menambahkan, dengan fondasi yang kuat tersebut, perseroan optimistis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan dan mencapai target yang ditetapkan.
Kinerja perseroan pada 2025 ditopang oleh seluruh lini usaha. Segmen consumer health menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,26 triliun atau sekitar 57 persen dari total pendapatan, meningkat 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan bisnis kesehatan konsumen tersebut membantu mengimbangi penurunan pada segmen obat resep. Meski mengalami kontraksi, lini obat resep masih menyumbang pendapatan Rp666 miliar atau sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan.
Sementara itu, bisnis ekspor dan toll manufacturing menunjukkan kinerja yang lebih agresif dengan pertumbuhan 27 persen menjadi Rp257 miliar. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya kontribusi pasar internasional dan layanan manufaktur terhadap portofolio bisnis perseroan.
Dari sisi profitabilitas, Darya-Varia tetap menjaga kinerja keuangan melalui pengendalian biaya yang ketat, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi bauran produk yang mendukung stabilitas margin.
Momentum pertumbuhan juga berlanjut pada awal tahun ini. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan perusahaan mencapai Rp595 miliar, naik 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung oleh kekuatan merek, portofolio produk yang beragam, dan tingkat kepercayaan konsumen yang tetap terjaga.
Untuk mendukung target pertumbuhan tahun ini, perseroan terus memperkuat jalur inovasi melalui peluncuran sejumlah produk baru, di antaranya Natur-E Glothione, Natur-E Skin Start Hand & Body Lotion, serta Paratusin DMP untuk kategori obat batuk dan flu.
Tidak hanya fokus pada bisnis farmasi dan kesehatan konsumen, Darya-Varia juga mulai memperluas jangkauan bisnis ke sektor medical technology (MedTech) dan connected healthcare. Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran DiViLab, lini perangkat kesehatan terintegrasi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI).
Melalui produk seperti DiViLab Optima 4-in-1 dan DiViLab CORE 3-in-1, perseroan menghadirkan solusi pemantauan kesehatan yang lebih terhubung dan mudah diakses. Ekspansi ke sektor MedTech ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi jangka panjang Darya-Varia untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi kesehatan terintegrasi, bukan sekadar produsen farmasi.


















