Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Permintaan Mobil Mewah Lesu, Porsche Siapkan Rencana Pemulihan Bisnis
Porsche 918 Spyder Hypercar (Photo by Yannis Zaugg on Unsplash)
  • Porsche menyiapkan strategi pemulihan bisnis di tengah lesunya permintaan mobil mewah, namun tetap mempertahankan target keuangan tahun ini.
  • CEO Michael Leiters menyoroti tantangan utama seperti tarif impor AS dan persaingan ketat dari produsen Cina yang menekan margin operasional perusahaan.
  • Porsche berencana fokus pada kendaraan sport bermargin tinggi dan efisiensi biaya, dengan detail strategi akan diumumkan pada Capital Markets Day Oktober mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE— Produsen mobil sport asal Jerman, Porsche, menyiapka sejumlah strategi pemulihan bisnis di tengah meningkatnya tantangan di pasar mobil mewah. Perusahaan tetap mempertahankan target keuangannya untuk tahun ini, menurut CEO Porsche Michael Leiters kepada para investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa, (23/6).

Pernyataan tersebut muncul setelah rival sesama produsen mobil premium, BMW, pekan lalu mengeluarkan peringatan laba (profit warning) akibat pelemahan pasar Tiongkok yang berkepanjangan serta meningkatnya biaya yang dipicu oleh konflik Iran. Kondisi tersebut mendorong para analis untuk mencermati kembali target kinerja yang dipasang para produsen otomotif untuk tahun ini.

Porsche masih memperkirakan margin operasionalnya akan pulih ke kisaran 5,5-7,5 persen pada tahun ini, meskipun tantangan di pasar-pasar utama masih berlanjut.

"Dalam jangka pendek, kami tidak akan kembali mencapai tingkat margin yang pernah kami raih di masa lalu," demikian isi pidato Leiters, dikutip dari Reuters, Selasa (23/6).

Porsche menyebut tarif impor Amerika Serikat dan meningkatnya persaingan dari produsen Cina sebagai dua tantangan utama yang saat ini dihadapi perusahaan.

Meski lingkungan bisnis masih sangat menantang, Leiters menegaskan kembali proyeksi perusahaan tahun ini.

Investor menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambil CEO baru tersebut untuk memulihkan kinerja Porsche. Produsen mobil sport legendaris 911 yang berada di bawah payung Grup Volkswagen itu mencatat penurunan tajam margin operasional menjadi hanya 1,1 persen pada 2025.

Leiters, yang mengambil alih posisi pimpinan Porsche dari CEO Volkswagen Oliver Blume pada awal tahun ini, berkomitmen untuk mengarahkan perusahaan pada penjualan kendaraan sport dengan margin lebih tinggi sekaligus mempercepat program efisiensi biaya. Detail strategi pemulihan tersebut rencananya diungkap dalam acara Capital Markets Day yang dijadwalkan Oktober mendatang.

"Kami sebagai pemegang saham melihat Porsche saat ini berada dalam kondisi yang berantakan," ujar Manajer Investasi Deka, Ingo Speich, dalam naskah pidato yang akan disampaikannya kepada manajemen perusahaan.

Meski demikian, Speich menilai kekuatan merek Porsche masih memberikan alasan untuk optimistis. Namun, perusahaan perlu menyederhanakan portofolio produknya dan menjalankan strategi bisnis yang lebih fokus agar dapat kembali meningkatkan profitabilitas.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article